Friday, February 3, 2012
Kedai Tiga Nyonya : Masakan Cina Peranakan, Berkelas, & Nyaman di Mata,
Friday, May 21, 2010
Urban Kitchen :Boutique Food Court



Thursday, December 25, 2008
Makan Kambing Bakar Madu di kawasan Tebet
Halo sahabat kuliner
Perburuan kali ini kita lanjutkan untuk berburu makanan khas Arab di daerah Tebet, Jakarta Selatan, yaitu di Depot Tanjung. Restoran ini terletak di Jl. Tebet Utara I, bila anda berminat untuk mencarinya maka anda harus pelan-pelan karena bangunannya yang tidak terlalu besar, papan nama yang tidak terlalu mencolok sehingga tidak "eye catching" terlebih di waktu malam hari.



Untuk hidangan yang tidak terlalu berat, maka anda dapat memilih Roti Cane di restoran ini. Roti cane ini merupakan roti khas Arab yang mirip dengan roti prata India. Sesuai dengan permintaan pembali, Roti Cane yang disediakan di sini dapat ditambahkan dengan madu Arab yang menjadikan rasanya semakin Oke saja. Dengan 7 ribu rupiah anda sudah mendapatkan roti cane plus madu Arab.Sunday, December 21, 2008
Makan "brutal" di Restoran Padang Sederhana Sunan Giri
Tak puas dengan lauk yang telah kami buat ludes, kami memesan pula sate padang yang sangat menggoda......mmmmmh, slurpppp, sambal kacangnya begitu khas. Sekali gigit, sate padang yang terdiri dari daging dan lidah sapi membuat kami lelah dan kekenyangan.Sunday, November 9, 2008
LAKSA, makanan khas Singapur
Kalau kita jalan-jalan ke Singapur, susah cari Laksa Singapur, karena yang ada Laksa doang J
Setelah kecapean maen di Sentosa Island bersama keponakan saya, kami menyempatkan untuk makan di Vivo city. Kelaperan tapi nggak terlalu paham dengan daerah “jajahan”, kami memilih makan ketempat yang udah kami kenal sebelumnya, The Bakerzin. Pesanan saya jatuh pada menu LAKSA, makanan khas Singapur yang saya suka. Ketika mangkuk pesanan saya datang dengan porsi yang buanyak, saya sudah tidak yakin akan dapat menghabiskannya. Kuah santannya sangat kental dan kaya bumbu, enak namun jadi agak pahit karena terlalu berempah. Mie yang jadi pemasok energi Utama dari mangkuk saya rasanya empuk dan licin namun jumlahnya yang banyak sangat membuat saya kewalahan, pdahal mereka tidak menyediakan sambal untuk melengkapi rasa Laksa pesanan saya sekaligus katalisator nafsu makan. Alhasil, saya pulang meninggalkan separuh Laksa yang tidak ikut saya “bawa pulang”. Lain kali saya akan mencoba peruntungan sayadengan menu yang berbeda.
Wasalam.
Saturday, October 18, 2008
Portuguese Food at Solmar, Macau
Jenis makanan di Macau sangat variatif. Cukup dengan melihat Yellow Pages di sana , Saya menyadari bahwa iklan restoran disana dibagi berdasarkan negara asalnya : Cantonese Food,Portuguese Food, Japanese Food, Thai Food , dan Burmese Food, diluar itu kalo mau cari makanan italia dan Prancis pasti ada.Melewati berbagai aktifitas wisata di Macau, hari ke-3 di Macau, akhirnya Saya dan Istri berkesempatan makan siang di restoran bernama "SOLMAR". Tempat ini ditempuh dgn berjalan kaki sejauh satu blok dari Senado Square, pusat aktivitas tourist di Macau, tepatnya di depan hotel Metropole.Tempat ini cukup ngetop di Macau, terbukti saat kami berdua masuk sudah banyak table Reserved padahal saat itu baru pukul 11.30 waktu setempat(date stamp di gbr adalah WIB).
Atmosphere SOLMAR sangat klasik Portuguese dengan pelayan yang berbahasa Inggris cukup baik. Saatnya memesan, Saya langsung menunjuk gambar menu 'African Chicken". Ini adalah menu khas Portuguese berupa ayam dengan bumbu kari dengan rempah rempah dari Afrika yang di-bake in Oven.Makanan pun tiba, dan saya tidak terkejut dengan porsinya, GEDE aja (porsi paling kecil adalah setengah ayam),selalu makanan yang kami makan di Macau dihidangkan dengan porsi kuenyang.Pertama saya coba sauce kari-nya , sangat berbeda dengan kari India, timur tengah, atau melayu sekalipun. Berdasarkan resepnya ,ayam dibumbui dahulu dengan piquant sauce (garlic and capsicum) dan Cola Portuguese lalu di masukkan baking oven. Bumbu ini nyeresep, dan disiram lagi dengan saus kari afrika saat dihidangkan. Dagingnya dimasak dengan tepat baik suhu dan waktu (al dente) sehingga dagingnya terasa "mild", gak lembut dan gak keras, diantara itulah rasanya.Saus karinya gak pedes dan aroma olive oil menghampiri hidung. Side dish adalah baked potato dan semangkok nasi (bukan sepiring).Bener bener nikmat dan mengenyangkan.
Setelah beres memanjakan perut di SOLMAR, kami berdua masih berjalan kaki satu blok dari SOLMAR menuju Margaret Egg Tarts yang tepat berada di belakang kantor CTM (cellular provider). Sayangnya, hari ini adalah Rabu dan Margaret's TUTUP di hari Rabu.Apa mau dikata, besoklah kami kesana lagi dan mencatat jam buka mulai pukul 06.30. Lanjut lah kaki kami ke Senado Square karena ada urusan belanja oleh-oleh yang belum beres.Macau is Fun-filled. Get more of My Macau Experience at http://koala-kuskus.blogspot.com
Thursday, October 9, 2008
Food Factory , a Creative Catering Company
1. Layaknya perusahaan manufacturing, Saya mempunyai 2 pilihan metode produksi : made to stock atau made to order. Saya pilih made to stock layaknya Wendy's Burger. Pesanan baru dimasak jika ada Captain Order. Beberapa inventory ada yang saya stock (frozen) dan ada yang dengan pull mechanism. Ada Captain Order baru dibeli stock sayuran atau bahan lain yang dibutuhkan yang dengan cepat saya bisa diperoleh dari Grand Lucky Dept Store di SCBD ,TOTAL Walter Monginsidi, Pasar Santa,dsk
2. Layout, saya menerapkan prinsip LEAN Management dalam menentukan flow dari berbagai business process yang ada di dapur. Bentuk U-Shape untuk working table para Chef diterapkan di Food Factory. Ini untuk mengurangi berbagai MUDA (Waste) terutama motion dari para Chef.
3. Job Control Board, ini inspirasi saya dari meja Service Advisor di bengkel Mobil Astra. Flow business process dari ORDER to CASH terlihat dan terekam jelas dalam satu Job Control Board di dapur Food Factory. Dengan demikian Chef mencatat apa yang dikerjakan dan mengerjakan apa yang ditulis (prinsip ISO) lalu internal customer dapat melihat status pekerjaan chef di Job Control Board yang ditempel di dinding yang mudah dilihat dan dijangkau.
4.Inventory Cycle , ini tantangan terberat karena membentur prilaku manusia dalam hal ini para Chef di dapur Food Factory. Saya tidak terkejut kalau para Chef malas mencatat dan melakukan Stock Opname setiap harinya. Ini sangat mengganggu karena dengan demikian monitoring Inventory akan lemah disini, bisa overstock atau out of stock , dalam proses requisition material.Saya terus berfikir dan akhirnya dengan kejam bilang ke Chef: Hei..kalo gak ada catatan stock setiap harinya yang update maka requisition material dari dapur akan di -block.Saya terapkan ketat Inventory Cycle disini. No stock opname, no requisition, no Purchase order.Akhirnya mereka mulai disiplin dalam hal inventory ini.
Masih jauh dari sempurna operasional dapur food factory, masih ada proses Perfect Order yang segera dibenahi dan juga penentuan Forecasting Method dalam melakukan Material Requisition.
Sebagai gambaran hingga saat blog ini ditulis Food Factory baru berjalan 2 bulan dan Food Factory telah melayani catering ke beberapa perusahaan di sektor Energy,Bank,Law Firm,Goverment Body, dan banyak private function.
Di hari Lebaran kemarin tg 2 oktober 2008 Food Factory menyajikan Japanese Food (Ya..Japanese Food adalah core product Food Factory, We're very very good at it) untuk open house salah satu menteri kabinet dengan undangan lebih dari 1000 orang dan juga tgl 4 oktober 2008 Food Factory menghidangkan Japanese Food untuk open house salah satu mantan RI 1. Food Factory menyajikan sushi,sashimi, tempura, katsu, dan juga Indonesian Food serta Continental Food. Saya percaya bahwa diluar rasa dan kualitas makanan serta penyajian makanan, ada faktor KANGEN yang menjadi magnet ramainya suatu restoran atau katering. Itulah sasaran saya dalam mengelola operasional Food Factory.KANGEN.
Friday, September 19, 2008
Alibaba Steak & Iga Bakar

Nunggu 15 menit, orderan datang.. Dari baunya sudah jejingkrakan "naga-naga" diperut. T-Bone pesanan saya disajikan dengan dua macam saus yaitu jamur dan lada hitam, sesuai permintaan.
Irisan pertama, saya dikagetkan dengan tekstur daging yang sangat empuk namun nggak "hancur", begitu "Lep" masuk mulut, irisan daging yang juicy dan lembut langsung memuaskan keinginan "naga-naga" piaraan saya.
Rasanya sederhana, ringan dan original. Khas steak rumahan. Saus jamurnya kental namun tidak "tebal" sementara saus lada hitamnya cukup pedas namun tidak "panas". Enak.
Menu pilihan berikutnya adalah BBQ Ribs. Tadinya saya pikir Steak T-Bone Alibaba sudah sangat lembut, ternyata Ribsnya masih jauh lebih lembut. Bahkan urat-uratnya pun dapat dimakan tanpa perlu "perjuangan". Dengan dominasi rasa manis berkaramel dan sedikit pedas, Ribs ini sangat cocok untuk penyuka rasa manis.Sayangnya saya kurang merasakan "kesegaran" khas daging yang masih baru. Selain itu, piring panas alias 'hot plate' yang digunakan sebagai penyaji tidak dipanaskan secara optimal sehingga sensasi panas di daging tidak terasa.
Dengan ditemani Es Teh Manis dan Lemon Tea, kami harus membayar 110ribu. Harga yang pantas untuk suatu pengalaman kuliner yang cukup menyenangkan.
Until next Tour Kuliner then....
-YM for TourKuliner-
Friday, August 1, 2008
Beef Flamengo dan Bebek Peking Mandarin Spice
Pada kesempatan ini team kuliner menjajal Chinese Food Mandarin Spice yang berada di Senayan City, Jakarta. Kita menjajal beberapa menu yang ditawarkan berikut ini:
Lumpia goreng ayam chesiaw dan Kapri manisLumpia dan Kapri ini merupakan hidangan pembuka yang menggugah selera. Mungkin porsi yang disediakan bisa dinikmati untuk 1 hingga 4 orang.
Ketika kita menggigit lumpia, terasa daging ayamnya mmmhh yummie dan bumbu kunir yang tidak kita nikmati kalau kita mencoba lumpia semarang. Coba deh lumpia-nya. It's good!
Setelah itu kita bisa memesan kacang kapri manis yang spicy, dan membuat rasanya 'brutal man'. It's so tasty!
Apa bungkusan di sebelah kacang kapri? Itu adalah Beef Flamengo yang masih setengah mateng. Mari kita liat cara penyajiannya setelah kita santap Bebek Peking yang telah dipesan.

Bebek Peking
Dalam foto terlihat 1 ekor bebek dimasak terpisah menjadi 2 rasa (upon request). Yang satu agak kecoklatan karena dipanggang dan diberi bumbu agak manis, sedangkan yang satu lagi agak kemerahan dengan rasa penuh rempah-rempah. Temannya makan bebek peking tersebut adalah sambel bangkok, dan saus pecking duck yang berminyak. Rasa bebek pekingnya hmmmm Yummie bow, coba saja sendiri kalau tidak percaya!
Beef Flamengo

Setelah kita menyikat bebek peking, kita beralih ke menu berikutnya yaitu beef flamengo. Seperti terlihat di gambar di atas, menu ini yang mantebb coy!. Dilihat dari penyajiannya saja sangat menarik. Setelah kita siap untuk menyantap menu yang satu ini, kita bisa memanggil pramusaji untuk menyiapkan hidangan ini. Pramusaji akan mengguyur beef flamengo yang masih terbungkus alumunium foil dengan spiritus, kemudian membakarnya.....Dan......duarrrrrr! api seketika membakar lapisan alumunium foil, dan beef flamengo menjadi panas dan menjadikannya matang. Rempah2 yang menjadi bumbunya sangat meresap ke dalam seluruh dagingnya....oh, bukan main sangat menggugah selera makan kita.
Ketika kita mulai merasakan gigitnya, bukan main..................aroma rempahnya begitu kental, dengan aroma cabe dan ketumbarnya yang sangat berasa tapi tidak membuat kita ilang feeling. Perpaduan daging dan bumbu rempah ini membuat lidah kita seperti sedang menari flamengo......
Sedikit catatan dari penulis, hidangan ini memang diset untuk dipadupadankan dengan nasi, karena akan terasa sangat asin bila kita memakannya tanpa nasi. Menu-menu tersebut di atas disediakan dalam porsi yang cukup besar, sehingga sangat ideal untuk disantap oleh 3 hingga 4 orang.
Selamat mencoba, mantabb coy!
Wassalam
HP
Wednesday, July 30, 2008
Abuba Steak

Steak Abuba dihidangkan bersama saus steak yang 'pas' dan ditemani dengan kentang goreng, sayuran berisi jagung manis, wortel, buncis, kacang polong, dan brokoli yang benar-benar membuat perut kita terasa kenyang.








