Showing posts with label restoran. Show all posts
Showing posts with label restoran. Show all posts

Friday, February 3, 2012

Kedai Tiga Nyonya : Masakan Cina Peranakan, Berkelas, & Nyaman di Mata,


Awalnya saya kaget juga masuk ke Kedai Tiga Nyonya, suasana lokasi tempat makan yang nyaman di mata dan lokasi yang baik untuk foto-foto diri dan komunitas untuk dibagikan pada teman, sahabat, saudara dan saudara. Belum lagi saat menikmati makanannya pas untuk lidah Indonesia saya. Makanan yang paling saya suka salad mangganya meskipun hampir semua makanan cocok di lidah. Jadi tempat, rasa makanan dan tempat berkumpul yang berkelas dapat ditemukan di tempat ini. Saya lihat di tempat tersebut dipajang sosialita yang pernah datang dan penghargaan yang telah didapat Kedai Tiga Nyonya selama ini.

Kedai Tiga Nyonya yang saya datangi yang di jalan KH  Wahid Hasyim 021-316097, Jakarta Pusat. Ada  tempat lain lagi yaitu  di TIS (Tebet Indraya Square) 021-8308360 dan Yogyakarta Jl Sudirman No. 16. Desain bangunan menunjukkan kedai ini mencoba mempertahankan tradisi dan saya lihat ada nuansa bangunan betawi kuno. Cukup banyak jendela sehingga dapat pencahayaan alami yang sangat jarang dipertimbangkan dalam tata ruang modern saat ini. Penampilan bangunan dan tata ruang makannya cukup membuat pengunjung betah untuk melihat dan mengerjapkan mata. Parkir yang disediakan mencukupi.


Makanan yang disedikan  semuanya halal dan tanpa vetsin dengan standarisasi teruji, merupakan campuran masakan melayu, belanda dan Cina. Kedai Tiga Nyonya  didirikan oleh Paul B. Nio yang mengumpulkan resep turun temurun, sehingga saat ini sampai bisa mengumpulkan lebih dari 100 macam hidangan. Banyak pejabat, diplomat, presiden dan bahkan ekspatriat yang telah mencoba masakan di kedai Tiga Nyonya ini. Saat saya merasakan makanan di sini saya melihat nuansa kehadiran dari manca negara sangat terlihat.


Menu yang disediakan banyak menggunakan resep dan bumbu tradisional diantaranya lumpia semarang, brenebon, tumis jagung pedas pete, tumis sawi asin tahu, sop, sayur asem, cah kangkung, nasi goreng, ayam goreng tiga nyonya, ikan bakarm gurame asem manis, ayam kremes, rujak pegnanten, es cinteng, sup ikan patin, udang bakar, es krim dan lain-lain. Bahkan untuk disebutkan satu persatu cukup panjang. Makanan yang membuat saya tertumbuk mata dan perut adalah soka salad mangga yaitu kepiting goreng crspy dan salad mangga membuat saya selalu tertagih untuk kembali ke Kedai Tiga Nyonya. Tentunya tiap pengunjung punya hidangan pilihan tersendiri pada saat datang ke sini.


Jadi tepat sekali makan di sini puas di mata dan puas di perut. Suasananya feel like home dengan tata bangunan dan ruang yang 'jadul', suasana nyaman dan makanan yang membuat enak di lidah dan perut. Lokasinya pun cukup strategis baik di wahid hasyim Jakpus, TIS Jakarta Selatan dan Yogyakarta.
Jadi untuk tahu dan merasakannya datang langsung saja, supaya dapat merasakannya. Suasana dan rasa yang diperoleh lebih dari harganya.

Salam Tour Kuliner.





Friday, May 21, 2010

Urban Kitchen :Boutique Food Court

Kumpulan  tempat makan atau food court di mall-mall adalah konsep yang sering menjadi pilihan masyarakat  yang pas buat komunitas tertentu yang mempunyai selera makan yang berbeda-beda. Untuk kumpul-kumpul keluarga, kerbat, reuni atau santap bersama urban kitchen adalah aternatif yang bisa memuaskan hampir semua yang hadir. Sebagai boutique food court, urban kitchen adalah paduan belasan outlet dari berbagai negara dengan berbagai jenis penyajian makanan, dilengkapi dengan bar, coffee bar, beverage & Juice bar dan ice cream.
Jika Anda menginginkan iga, steak, mexican style, burger, soto bahkan mie yogya di urban kitchen bisa Anda dapatkan. Di sini terdapat makanan Chinese, Indonesian, Japanese, Korean, Malaysian, Thailand, American, dan Italian. Untuk makanan Indonesia diantaranya makanan betawi, jawa dan manado. Jenis makanannya noodle, pizza, salaad, dim sum, grills, sandwich, burger dan hotdog.
Pada saat masuk Anda diberikan satu kartu yang tiap pembeliaan makanan atau minuman akan diakumulasikan dalam kartu tersebut. Waiter akan mengantarkan makanan sesuai pesanan. Dan di akhir nanti pembayaran dapat dilakukan terpusat pada satu orang dengan menambahkan total tagihan pada kartu-kartu yang dipadukan.

Saya dan teman-teman kuliah, berkesempatan mencicipi urban kitchen di Pacific Place dalam 2 kesempatan. Selain di sini juga ada di Senayan City. Kesempatan tersebut saya mencoba Mexican Rice Beef yaitu nasi ala Mexico yang dicampur dengan daging sapi. Wah selain namanya yan keren rasanya nikmat, apalagi dicampur dengan minum lime juice. Wah bikin  nyam nyam dan tak terasa makan kenyang dan habis tanpa bersisa.

Teman-teman lain ternyata mencoba makanan yang bervariasi diantaranya pizza sea food dan mie yogya. Sebagai penutup sambil ngobrol serius dan bercanda ramai saya mencoba black coffee yang makin membuat reuni ini menjadi berarti.

Jadi semoga urban kitchen bisa menjadi alternatif makan Anda bersama keluarga, kerabat, sahabat atau kancah reuni berikut.
Salam tour kuliner.  
  


Thursday, December 25, 2008

Makan Kambing Bakar Madu di kawasan Tebet

Kambing Bakar Madu masakan khas Arab Surabaya

Halo sahabat kuliner

Perburuan kali ini kita lanjutkan untuk berburu makanan khas Arab di daerah Tebet, Jakarta Selatan, yaitu di Depot Tanjung. Restoran ini terletak di Jl. Tebet Utara I, bila anda berminat untuk mencarinya maka anda harus pelan-pelan karena bangunannya yang tidak terlalu besar, papan nama yang tidak terlalu mencolok sehingga tidak "eye catching" terlebih di waktu malam hari.



Depot anjung ini dimiliki oleh keluarga berdarah Arab Surabaya, sehingga menu yang menjadi andalan adalah makanan khas Arab, diantaranya masakan kambing, nasi kebuli, dan roti cane. Sedangkan minuman yang menjadi favorit adalah kopi rempah Arab.
Menurut rekomendasi pemiliknya, sop kepala kambing merupakan menu yang paling berani untuk dipilih. Namun karena kami "tidak berani" alias ketakutan akan kolesterol, maka kami belum mencoba menu tersebut. Seluruh harga makanan dan minuman dipampang di dinding restoran maupun di dalam buku menu yang tersedia. Untuk satu porsi sop kepala kambing, dihargai dengan 45 ribu rupiah.
Kami tertarik untuk mencicipi Kambing Bakar Madu yang menjadi salah satu menu favorit di sini dengan harga 32 ribu rupiah per porsi. Agak mahal ya? nanti dulu........ rasakan dulu dahsyatnya, jangan lihat dari nilai nominalnya dulu.
Kambing yang disajikan adalah kambing muda, sehingga sangat empuk dan segar. Kambing tersebut dibakar dan diberi bumbu madu Arab, sehingga aroma madu dan rasanya yang agak manis begitu kentara. Selain itu madu yang ditambah jeruk nipis menjadikan kambing bakar ini tidak amis untuk dinikmati. Rasa kambing madu ini begitu mantabbbbbb! apalagi ditambah dengan sajian sambal kacang dicampur bawang seperti bumbu untuk sate kambing.....wow!dahsyatnya.
Jadikan agenda anda ke restoran ini pada hari Jumat siang, karena pada hari tersebut disediakan menu khas setiap Jumat yaitu Nasi Kebuli. Nasi Kebuli ini adalah nasi khas Arab yang beraroma Kambing dan minyak samin. Untuk beberapa daerah di Indonesia mengenalnya sebagai nasi minyak yang diperkaya juga dengan kismis. Bila anda berminat berburu nasi kebuli, maka anda jangan datang terlalu siang apalagi sore pada hari Jumat, karena menu ini sangat digemari dan selalu habis diserbu oleh pembelinya. Jika anda terlambat, maka anda akan tanggung sendiri akibat untuk tidak kebagian.
Untuk hidangan yang tidak terlalu berat, maka anda dapat memilih Roti Cane di restoran ini. Roti cane ini merupakan roti khas Arab yang mirip dengan roti prata India. Sesuai dengan permintaan pembali, Roti Cane yang disediakan di sini dapat ditambahkan dengan madu Arab yang menjadikan rasanya semakin Oke saja. Dengan 7 ribu rupiah anda sudah mendapatkan roti cane plus madu Arab.
Kenikmatan makanan-makanan di atas tidak lengkap bila anda tidak mencoba kopi rempah Arab. Minuman ini sangat khas, aroma kopi dan rempahnya begitu sedapppp, membuat hangat, segar, tidak ngantuk tetapi sangat relaks. Cocok dinikmati sambil ngobrol dan kongkow-kongkow bersama teman-teman akrab di sini. Murah meriah lho, cuma 3.500 rupiah
Ayo tunggu apalagi untuk mencobanya.
Wassalam
HP

Sunday, December 21, 2008

Makan "brutal" di Restoran Padang Sederhana Sunan Giri

Halo Sahabat Kuliner

Team tourkuliner yang perutnya sedang keroncongan, kali ini menuju Restoran Padang Sederhana di Sunan Giri, Rawamangun, Jakarta Timur. Konon kabarnya, Restoran Sederhana di sini merupakan asal-muasal dari Restoran Sederhana yang lain. Bahkan ada lelucon bahwa Restoran Sederhana ini telah membuka cabangnya di bulan, karena begitu banyaknya cabang yang telah dibuka, terlebih di kota metropolitan Jakarta.

Tanpa ba-bi-bu (red:tanpa basa-basi lagi), begitu kita duduk, para uda (red: panggilan akrab mas-masnya) telah membawa berpuluh-puluh piring di tangannya berisi bermacam lauk-pauk yang akan dihidangkan di meja kami. Woowww......sungguh menggoda, apalagi perut kami sudah keroncongan. Tanpa kompromi lagi, tampang brutal kami langsung mencomot segala sesuatu yang dihidangkan di meja. Mulai dari ayam pop, rendang, daging cincang, sayur singkong, kikil, paru, dan lain sebagainya. Tak ketinggalan, sambal ijo yang benar-benar harus bertanggung jawab karena akibat samba ijo, selera makan kami semakin bertambah.
Tak puas dengan lauk yang telah kami buat ludes, kami memesan pula sate padang yang sangat menggoda......mmmmmh, slurpppp, sambal kacangnya begitu khas. Sekali gigit, sate padang yang terdiri dari daging dan lidah sapi membuat kami lelah dan kekenyangan.
Sehabis mulut disesaki dengan berbagai macam makanan, maka saya bersihkan dengan teh tawar yang disediakan gratis. Selain itu kita dapat memesan berbagai minuman segar seperti jus mangga, alpukat, sirsak, belimbing. Ada pula menu es kopyor menjadi andalan restoran ini. Untuk minuman yang satu ini relatif mahal, yaitu di atas 15 ribu rupiah per gelas. Minuman lain yang perlu anda coba yang menjadi ciri khas restoran Padang yaitu teh telor. Cobalah....nikmat, rancak bana........ !
Anda ingin coba gaya makan brutal seperti kami? Makanya cobalah sendiri di Restoran Padang Sederhana yang satu ini...... Tapi jangan lupa bawa uang yang banyak, karena belum tentu ada yang traktir anda apalagi melihat nafsu makan anda sebrutal itu.
Wasalam
HP

Sunday, November 9, 2008

LAKSA, makanan khas Singapur


Salam Kuliner!

Kalau kita jalan-jalan ke Singapur, susah cari Laksa Singapur, karena yang ada Laksa doang J
Setelah kecapean maen di Sentosa Island bersama keponakan saya, kami menyempatkan untuk makan di Vivo city. Kelaperan tapi nggak terlalu paham dengan daerah “jajahan”, kami memilih makan ketempat yang udah kami kenal sebelumnya, The Bakerzin. Pesanan saya jatuh pada menu LAKSA, makanan khas Singapur yang saya suka. Ketika mangkuk pesanan saya datang dengan porsi yang buanyak, saya sudah tidak yakin akan dapat menghabiskannya. Kuah santannya sangat kental dan kaya bumbu, enak namun jadi agak pahit karena terlalu berempah. Mie yang jadi pemasok energi Utama dari mangkuk saya rasanya empuk dan licin namun jumlahnya yang banyak sangat membuat saya kewalahan, pdahal mereka tidak menyediakan sambal untuk melengkapi rasa Laksa pesanan saya sekaligus katalisator nafsu makan. Alhasil, saya pulang meninggalkan separuh Laksa yang tidak ikut saya “bawa pulang”. Lain kali saya akan mencoba peruntungan sayadengan menu yang berbeda.

Wasalam.
YM for TourKuliner

Saturday, October 18, 2008

Portuguese Food at Solmar, Macau


Jenis makanan di Macau sangat variatif. Cukup dengan melihat Yellow Pages di sana , Saya menyadari bahwa iklan restoran disana dibagi berdasarkan negara asalnya : Cantonese Food,Portuguese Food, Japanese Food, Thai Food , dan Burmese Food, diluar itu kalo mau cari makanan italia dan Prancis pasti ada.Melewati berbagai aktifitas wisata di Macau, hari ke-3 di Macau, akhirnya Saya dan Istri berkesempatan makan siang di restoran bernama "SOLMAR". Tempat ini ditempuh dgn berjalan kaki sejauh satu blok dari Senado Square, pusat aktivitas tourist di Macau, tepatnya di depan hotel Metropole.Tempat ini cukup ngetop di Macau, terbukti saat kami berdua masuk sudah banyak table Reserved padahal saat itu baru pukul 11.30 waktu setempat(date stamp di gbr adalah WIB).
Atmosphere SOLMAR sangat klasik Portuguese dengan pelayan yang berbahasa Inggris cukup baik. Saatnya memesan, Saya langsung menunjuk gambar menu 'African Chicken". Ini adalah menu khas Portuguese berupa ayam dengan bumbu kari dengan rempah rempah dari Afrika yang di-bake in Oven.Makanan pun tiba, dan saya tidak terkejut dengan porsinya, GEDE aja (porsi paling kecil adalah setengah ayam),selalu makanan yang kami makan di Macau dihidangkan dengan porsi kuenyang.Pertama saya coba sauce kari-nya , sangat berbeda dengan kari India, timur tengah, atau melayu sekalipun. Berdasarkan resepnya ,ayam dibumbui dahulu dengan piquant sauce (garlic and capsicum) dan Cola Portuguese lalu di masukkan baking oven. Bumbu ini nyeresep, dan disiram lagi dengan saus kari afrika saat dihidangkan. Dagingnya dimasak dengan tepat baik suhu dan waktu (al dente) sehingga dagingnya terasa "mild", gak lembut dan gak keras, diantara itulah rasanya.Saus karinya gak pedes dan aroma olive oil menghampiri hidung. Side dish adalah baked potato dan semangkok nasi (bukan sepiring).Bener bener nikmat dan mengenyangkan.
Setelah beres memanjakan perut di SOLMAR, kami berdua masih berjalan kaki satu blok dari SOLMAR menuju Margaret Egg Tarts yang tepat berada di belakang kantor CTM (cellular provider). Sayangnya, hari ini adalah Rabu dan Margaret's TUTUP di hari Rabu.Apa mau dikata, besoklah kami kesana lagi dan mencatat jam buka mulai pukul 06.30. Lanjut lah kaki kami ke Senado Square karena ada urusan belanja oleh-oleh yang belum beres.Macau is Fun-filled. Get more of My Macau Experience at http://koala-kuskus.blogspot.com

Thursday, October 9, 2008

Food Factory , a Creative Catering Company

Assalamualaikum. Saya mencoba melakukan review di tour kuliner kembali. Kali ini pertama kalinya yang di-review adalah sebuah perusahaan katering saya sendiri, Food Factory. Dapur Food Factory berada di Jl Ciranjang No. 38 , area Senopati , Jakarta Selatan. Saya sangat beruntung mendapatkan tempat ini karena sewanya sangat terjangkau sekali dengan ukuran hanya 8mx3m. Tugas utama saya adalah mengelola business process di dapur dimana ada 3 koki di dalamnya.Berikut adalah beberapa hal dalam pengelolaan operasional dapur restoran yang saya implementasikan:
1. Layaknya perusahaan manufacturing, Saya mempunyai 2 pilihan metode produksi : made to stock atau made to order. Saya pilih made to stock layaknya Wendy's Burger. Pesanan baru dimasak jika ada Captain Order. Beberapa inventory ada yang saya stock (frozen) dan ada yang dengan pull mechanism. Ada Captain Order baru dibeli stock sayuran atau bahan lain yang dibutuhkan yang dengan cepat saya bisa diperoleh dari Grand Lucky Dept Store di SCBD ,TOTAL Walter Monginsidi, Pasar Santa,dsk
2. Layout, saya menerapkan prinsip LEAN Management dalam menentukan flow dari berbagai business process yang ada di dapur. Bentuk U-Shape untuk working table para Chef diterapkan di Food Factory. Ini untuk mengurangi berbagai MUDA (Waste) terutama motion dari para Chef.
3. Job Control Board, ini inspirasi saya dari meja Service Advisor di bengkel Mobil Astra. Flow business process dari ORDER to CASH terlihat dan terekam jelas dalam satu Job Control Board di dapur Food Factory. Dengan demikian Chef mencatat apa yang dikerjakan dan mengerjakan apa yang ditulis (prinsip ISO) lalu internal customer dapat melihat status pekerjaan chef di Job Control Board yang ditempel di dinding yang mudah dilihat dan dijangkau.
4.Inventory Cycle , ini tantangan terberat karena membentur prilaku manusia dalam hal ini para Chef di dapur Food Factory. Saya tidak terkejut kalau para Chef malas mencatat dan melakukan Stock Opname setiap harinya. Ini sangat mengganggu karena dengan demikian monitoring Inventory akan lemah disini, bisa overstock atau out of stock , dalam proses requisition material.Saya terus berfikir dan akhirnya dengan kejam bilang ke Chef: Hei..kalo gak ada catatan stock setiap harinya yang update maka requisition material dari dapur akan di -block.Saya terapkan ketat Inventory Cycle disini. No stock opname, no requisition, no Purchase order.Akhirnya mereka mulai disiplin dalam hal inventory ini.

Masih jauh dari sempurna operasional dapur food factory, masih ada proses Perfect Order yang segera dibenahi dan juga penentuan Forecasting Method dalam melakukan Material Requisition.

Sebagai gambaran hingga saat blog ini ditulis Food Factory baru berjalan 2 bulan dan Food Factory telah melayani catering ke beberapa perusahaan di sektor Energy,Bank,Law Firm,Goverment Body, dan banyak private function.
Di hari Lebaran kemarin tg 2 oktober 2008 Food Factory menyajikan Japanese Food (Ya..Japanese Food adalah core product Food Factory, We're very very good at it) untuk open house salah satu menteri kabinet dengan undangan lebih dari 1000 orang dan juga tgl 4 oktober 2008 Food Factory menghidangkan Japanese Food untuk open house salah satu mantan RI 1. Food Factory menyajikan sushi,sashimi, tempura, katsu, dan juga Indonesian Food serta Continental Food. Saya percaya bahwa diluar rasa dan kualitas makanan serta penyajian makanan, ada faktor KANGEN yang menjadi magnet ramainya suatu restoran atau katering. Itulah sasaran saya dalam mengelola operasional Food Factory.KANGEN.

Friday, September 19, 2008

Alibaba Steak & Iga Bakar





Salam Kuliner




Sebagai pecinta daging merah yang dibakar, saya selalu berburu "warung-warung" steak yang menurut saya mungkin dapat menyajikan "Rasa original".
Perburuan kami kali ini adalah ke daerah Kelapa Gading, tepatnya di Jalan Boulevard, tidak jauh dari pintu gerbang setelah Goro. Alibaba Steak & Iga Bakar namanya. Ruangannua didesain tempo doeloe, dengan meja batu marmer, kursi kayu hitam, lampu model chandalier hitam paduan putih susu, dan potret-potret semi hitam-putih khas jaman noni-noni Belanda. Selain itu, musik "chill-out" yang diperdengarkan dengan bantuan sounds system yang baik juga mengambil peranan dalam memberikan suasana cozy bagi konsumennya.
Karena "Warung" steak ini relatif baru, maka menunya pun nggak neko-neko. Tapi kalau cuma Sirloin, Tenderloin, dan Salmon steak sih ada. Untungnya favorit saya (T-Bone) dan suami (Ribs) juga tersedia.

Nunggu 15 menit, orderan datang.. Dari baunya sudah jejingkrakan "naga-naga" diperut. T-Bone pesanan saya disajikan dengan dua macam saus yaitu jamur dan lada hitam, sesuai permintaan.

Irisan pertama, saya dikagetkan dengan tekstur daging yang sangat empuk namun nggak "hancur", begitu "Lep" masuk mulut, irisan daging yang juicy dan lembut langsung memuaskan keinginan "naga-naga" piaraan saya.

Rasanya sederhana, ringan dan original. Khas steak rumahan. Saus jamurnya kental namun tidak "tebal" sementara saus lada hitamnya cukup pedas namun tidak "panas". Enak.

Menu pilihan berikutnya adalah BBQ Ribs. Tadinya saya pikir Steak T-Bone Alibaba sudah sangat lembut, ternyata Ribsnya masih jauh lebih lembut. Bahkan urat-uratnya pun dapat dimakan tanpa perlu "perjuangan". Dengan dominasi rasa manis berkaramel dan sedikit pedas, Ribs ini sangat cocok untuk penyuka rasa manis.

Sayangnya saya kurang merasakan "kesegaran" khas daging yang masih baru. Selain itu, piring panas alias 'hot plate' yang digunakan sebagai penyaji tidak dipanaskan secara optimal sehingga sensasi panas di daging tidak terasa.

Dengan ditemani Es Teh Manis dan Lemon Tea, kami harus membayar 110ribu. Harga yang pantas untuk suatu pengalaman kuliner yang cukup menyenangkan.

Until next Tour Kuliner then....

-YM for TourKuliner-





Friday, August 1, 2008

Beef Flamengo dan Bebek Peking Mandarin Spice

Salam Kuliner

Pada kesempatan ini team kuliner menjajal Chinese Food Mandarin Spice yang berada di Senayan City, Jakarta. Kita menjajal beberapa menu yang ditawarkan berikut ini:

Lumpia goreng ayam chesiaw dan Kapri manis

Lumpia dan Kapri ini merupakan hidangan pembuka yang menggugah selera. Mungkin porsi yang disediakan bisa dinikmati untuk 1 hingga 4 orang.

Ketika kita menggigit lumpia, terasa daging ayamnya mmmhh yummie dan bumbu kunir yang tidak kita nikmati kalau kita mencoba lumpia semarang. Coba deh lumpia-nya. It's good!

Setelah itu kita bisa memesan kacang kapri manis yang spicy, dan membuat rasanya 'brutal man'. It's so tasty!

Apa bungkusan di sebelah kacang kapri? Itu adalah Beef Flamengo yang masih setengah mateng. Mari kita liat cara penyajiannya setelah kita santap Bebek Peking yang telah dipesan.





Bebek Peking

Dalam foto terlihat 1 ekor bebek dimasak terpisah menjadi 2 rasa (upon request). Yang satu agak kecoklatan karena dipanggang dan diberi bumbu agak manis, sedangkan yang satu lagi agak kemerahan dengan rasa penuh rempah-rempah. Temannya makan bebek peking tersebut adalah sambel bangkok, dan saus pecking duck yang berminyak. Rasa bebek pekingnya hmmmm Yummie bow, coba saja sendiri kalau tidak percaya!

Beef Flamengo


Setelah kita menyikat bebek peking, kita beralih ke menu berikutnya yaitu beef flamengo. Seperti terlihat di gambar di atas, menu ini yang mantebb coy!. Dilihat dari penyajiannya saja sangat menarik. Setelah kita siap untuk menyantap menu yang satu ini, kita bisa memanggil pramusaji untuk menyiapkan hidangan ini. Pramusaji akan mengguyur beef flamengo yang masih terbungkus alumunium foil dengan spiritus, kemudian membakarnya.....Dan......duarrrrrr! api seketika membakar lapisan alumunium foil, dan beef flamengo menjadi panas dan menjadikannya matang. Rempah2 yang menjadi bumbunya sangat meresap ke dalam seluruh dagingnya....oh, bukan main sangat menggugah selera makan kita.

Ketika kita mulai merasakan gigitnya, bukan main..................aroma rempahnya begitu kental, dengan aroma cabe dan ketumbarnya yang sangat berasa tapi tidak membuat kita ilang feeling. Perpaduan daging dan bumbu rempah ini membuat lidah kita seperti sedang menari flamengo......

Sedikit catatan dari penulis, hidangan ini memang diset untuk dipadupadankan dengan nasi, karena akan terasa sangat asin bila kita memakannya tanpa nasi. Menu-menu tersebut di atas disediakan dalam porsi yang cukup besar, sehingga sangat ideal untuk disantap oleh 3 hingga 4 orang.

Selamat mencoba, mantabb coy!

Wassalam
HP

Wednesday, July 30, 2008

Abuba Steak


Salam Kuliner,


Bila anda mencari steak, dengan suasana restoran yang cozy untuk makan bersama keluarga, maupun pasangan anda, ataupun kerabat dan teman-teman anda, tetapi dengan harga yang relatif terjangkau, maka steak Abuba merupakan salah satu pilihan yang tepat.


Kami kali ini mengunjungi Abuba yang berada di Jl. Cipete Raya, Jakarta Selatan. Restoran ini telah berganti wajah dan menempati tempat baru yang tidak terlalu jauh dari tempat sebelumnya.


Di tempat yang terdahulu, Abuba mempertahankan konsep "home made" dengan suasana "rumah" yang disulap menjadi tempat makan steak. Yang mengherankan, dengan dandanan terdahulu, restoran ini seakan tak pernah sepi pengunjung. Mungkin penyebabnya adalah harga yang memang tidak terlalu mahal dibandingkan restoran steak lainnya. Berbeda dengan konsep terdahulu, kini Abuba telah menata diri dengan bangunan modern semi-etnik dengan dominasi kayu, bambu, dan batu-batuan sebagai desain interiornya. Restoran ini menjadi cukup nyaman, bersih, dan indah yang diharapkan oleh pemiliknya dapat menambah daya tarik pelanggan serta kenyamanan dalam menyantap hidangan steak yang lezat ini. Namun jangan khawatir, dengan wajah restoran yang baru ini, Abuba tetap menawarkan harga yang tetap terjangkau dan kualitas rasa yang seperti dahulu kala. Dengan penampilan barunya, Abuba buka sejak siang hari hingga larut tengah malam. Menurut pengalaman penulis, ketika tiba di restoran ini pada pukul 23.45, Abuba masih ramai oleh pengunjung dari segala umur. Abuba memang masih menjadi pilihan untuk menikmati makanan steak, maupun hanya untuk berkumpul bersama orang-orang terdekat dan bersantai bersama keluarga sambil mengisi perut hingga tengah malam tiba.




Abuba telah dikenal sejak lama oleh masyarakat Jakarta. Menu yang paling digemari yaitu Steak Sirloin, Tenderloin, maupun T-bone yang lezat yang berasal dari daging sapi import maupun lokal. Adapula steak ayam dan steak kakap yang porsinya cukup mengenyangkan.


Abuba Steak menyediakan berbagai menu steak yang harganya relatif terjangkau dibandingkan restoran steak ternama lainnya yang berasal dari Eropa dan Amerika. Dengan harga berkisar antara 40 rb rupiah hingga 100 rb rupiah, kita dapat menikmati hidangan Steak yang lezat berikut berbagai menu minuman yang menyegarkan.
Steak Abuba dihidangkan bersama saus steak yang 'pas' dan ditemani dengan kentang goreng, sayuran berisi jagung manis, wortel, buncis, kacang polong, dan brokoli yang benar-benar membuat perut kita terasa kenyang.


Sedikit catatan, bahwa beberapa teman yang pernah merasakan steak Abuba pernah mendapatkan pengalaman tidak mengenakkan. Bila sedang apes, maka yang didapat adalah steak "sendal jepit" alias alot. Selain itu porsi yang sangat besar, membuat kita ketika makan terasa makanan di depan mata kita tidak habis-habis. Seiring dengan wajah restoran yang telah berganti, mudah-mudahan mutu dan rasa steak Abuba semakin meningkat pula.


Untuk pencinta kuliner yang berada di seputar Kelapa Gading, jangan khawatir karena Abuba juga hadir di Ruko Kompleks Gading Batavia, Kelapa Gading. Selain itu, bagi para warga Pluit dan Jakarta Utara, Abuba juga telah hadir di kawasan yang tidak begitu jauh dari Mega Mall Pluit, yaitu di dekat Ace Hardware Pluit.


Wassalam


HP