Showing posts with label Steak. Show all posts
Showing posts with label Steak. Show all posts

Friday, February 3, 2012

Joni Steak : Steak Lezat Murah Meriah


Saya mulai menyenangi memasak dan menikmati makanan di seantero Jabodetabek (Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi) dan kalau berkesempatan ke daerah. Indonesia ternyata memiliki banyak jenis makanan baik yang tradisional, pengaruh luar negeri atau kreatif alias perpaduan banyak hal termasuk rasa, jenis, bahan dan asal .
Untuk makanan barat dikenal salah satu jenisnya yaitu steak,yaitu daging yang dimasak baik matang (well done), setengah matang (medium) atau agak mentah (rare) atau mentah (very rare). Selera tiap orang berbeda-beda. Bahan dasarnya pun berbeda-beda biasanya dari daging sapi bagian tertentu seperti terlunak yaitu sirloin atau atau topside untuk hasil terbaik. Daging bisa import atau dari lokal peternakan di Indonesia. Adalagi Wagyu Steak yang katanya dagingnya dari Jepang. Bahkan untuk hasil rasa terbaik penanganan peternakan sapinya dengan penanganan sangat khusus, bahkan cenderung dimanjakan supaya hasilnya maksimal.

Salah satu tempat makan steak yang menawarkan rasa yang lezat namun murah adalah Joni Steak. Lokasinya yang kebetulan kami datangi yaitu di Jl Gajah Mada buka sampai cukup malam. Biasanya tempatnya penuh jadi cukup sabar untuk dapat tempat, bahkan kadang perlu menunggu  dahulu sehingga di depan disediakan kursi untuk menunggu.

Rasanya memang lezat, murah meriah bahkan dengan minum Anda hanya keluar bisa di bawah Rp. 60 ribuan.
Jadi silahkan coba untuk merasakannya.
Salam Tour Kuliner.

Sunday, December 7, 2008

Mampir ke "Toko Oen" di Kota Malang

"Toko Oen" di Malang

















Hallo sahabat kuliner



Pada kesempatan ini team kuliner mampir di "Toko Oen" Malang untuk berwisata kuliner sambil menikmati suasana klasik. Toko Oen yang terletak di pusat kota Malang ini merupakan salah satu tempat makan eksotik klasik yang berdiri sejak jaman penjajahan Belanda pada tahun 1930. Selain terdapat di Malang, Toko Oen ini juga terdapat di kota Semarang yang sejak dulu memang dimiliki oleh pengusaha asal Belanda.

Sesampainya kita di depan Toko Oen, kita langsung disuguhkan pemandangan berupa bangunan antik era kolonial Belanda yang masih tertata sangat rapi, dan masih terjaga ke-aslian-nya. Toko Oen ini merupakan salah satu cagar budaya yang dilindungi oleh pemerintah RI.

Ketika kita akan melangkah masuk ke dalam, terpampang tulisan "selamat datang di kota Malang" dalam bahasa Belanda. Ini menguatkan bahwa tempat ini adalah peninggalan kompeni yang masih dipertahankan hingga kini.
Udara kota Malang yang "adem", semakin adem terasa ketika kita berada di dalam Toko Oen ini. Sambil duduk dan mengamati menu yang disediakan, serasa kita menjadi "meneer" yang hidup pada jaman penjajahan doeloe.
Yang disediakan di sini adalah masakan-masakan "londo" alias belanda yang sekarang ini sudah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Diantaranya adalah steak, roti isi yang bisa dipilih isinya sesuai selera, ice cream, serta berbagai minuman dari susu coklat, kopi, juice, maupun minuman lainnya yang sepertinya sih bukan berasal dari Belanda tuh.

Karena mampir pada waktu siang menjelang sore, maka es krim menjadi pilihan favorit kami. Walaupun udara terasa dingin di kota Malang, namun tidak mengecilkan keinginan untuk menikmati es krim di sini. Es krim yang disediakan di Toko ini sangat unik. Tidak seperti es krim biasa, es krim yang dijual di sini bukan hasil buatan mesin modern, melainkan home made dengan mesin jaman Belanda yang proses kerjanya seperti es puter. Namun, jangan ditanya rasanya! mak nyosss dinginnya. Rasa yang dipilih pun bisa bermacam-macam. Rasa standar yang disediakan yaitu coklat, vanila dan strawbery.
Ayo coba semua menunya kalo anda ke toko ini.

Wasalam
HP

Friday, September 19, 2008

Alibaba Steak & Iga Bakar





Salam Kuliner




Sebagai pecinta daging merah yang dibakar, saya selalu berburu "warung-warung" steak yang menurut saya mungkin dapat menyajikan "Rasa original".
Perburuan kami kali ini adalah ke daerah Kelapa Gading, tepatnya di Jalan Boulevard, tidak jauh dari pintu gerbang setelah Goro. Alibaba Steak & Iga Bakar namanya. Ruangannua didesain tempo doeloe, dengan meja batu marmer, kursi kayu hitam, lampu model chandalier hitam paduan putih susu, dan potret-potret semi hitam-putih khas jaman noni-noni Belanda. Selain itu, musik "chill-out" yang diperdengarkan dengan bantuan sounds system yang baik juga mengambil peranan dalam memberikan suasana cozy bagi konsumennya.
Karena "Warung" steak ini relatif baru, maka menunya pun nggak neko-neko. Tapi kalau cuma Sirloin, Tenderloin, dan Salmon steak sih ada. Untungnya favorit saya (T-Bone) dan suami (Ribs) juga tersedia.

Nunggu 15 menit, orderan datang.. Dari baunya sudah jejingkrakan "naga-naga" diperut. T-Bone pesanan saya disajikan dengan dua macam saus yaitu jamur dan lada hitam, sesuai permintaan.

Irisan pertama, saya dikagetkan dengan tekstur daging yang sangat empuk namun nggak "hancur", begitu "Lep" masuk mulut, irisan daging yang juicy dan lembut langsung memuaskan keinginan "naga-naga" piaraan saya.

Rasanya sederhana, ringan dan original. Khas steak rumahan. Saus jamurnya kental namun tidak "tebal" sementara saus lada hitamnya cukup pedas namun tidak "panas". Enak.

Menu pilihan berikutnya adalah BBQ Ribs. Tadinya saya pikir Steak T-Bone Alibaba sudah sangat lembut, ternyata Ribsnya masih jauh lebih lembut. Bahkan urat-uratnya pun dapat dimakan tanpa perlu "perjuangan". Dengan dominasi rasa manis berkaramel dan sedikit pedas, Ribs ini sangat cocok untuk penyuka rasa manis.

Sayangnya saya kurang merasakan "kesegaran" khas daging yang masih baru. Selain itu, piring panas alias 'hot plate' yang digunakan sebagai penyaji tidak dipanaskan secara optimal sehingga sensasi panas di daging tidak terasa.

Dengan ditemani Es Teh Manis dan Lemon Tea, kami harus membayar 110ribu. Harga yang pantas untuk suatu pengalaman kuliner yang cukup menyenangkan.

Until next Tour Kuliner then....

-YM for TourKuliner-





Wednesday, July 30, 2008

Abuba Steak


Salam Kuliner,


Bila anda mencari steak, dengan suasana restoran yang cozy untuk makan bersama keluarga, maupun pasangan anda, ataupun kerabat dan teman-teman anda, tetapi dengan harga yang relatif terjangkau, maka steak Abuba merupakan salah satu pilihan yang tepat.


Kami kali ini mengunjungi Abuba yang berada di Jl. Cipete Raya, Jakarta Selatan. Restoran ini telah berganti wajah dan menempati tempat baru yang tidak terlalu jauh dari tempat sebelumnya.


Di tempat yang terdahulu, Abuba mempertahankan konsep "home made" dengan suasana "rumah" yang disulap menjadi tempat makan steak. Yang mengherankan, dengan dandanan terdahulu, restoran ini seakan tak pernah sepi pengunjung. Mungkin penyebabnya adalah harga yang memang tidak terlalu mahal dibandingkan restoran steak lainnya. Berbeda dengan konsep terdahulu, kini Abuba telah menata diri dengan bangunan modern semi-etnik dengan dominasi kayu, bambu, dan batu-batuan sebagai desain interiornya. Restoran ini menjadi cukup nyaman, bersih, dan indah yang diharapkan oleh pemiliknya dapat menambah daya tarik pelanggan serta kenyamanan dalam menyantap hidangan steak yang lezat ini. Namun jangan khawatir, dengan wajah restoran yang baru ini, Abuba tetap menawarkan harga yang tetap terjangkau dan kualitas rasa yang seperti dahulu kala. Dengan penampilan barunya, Abuba buka sejak siang hari hingga larut tengah malam. Menurut pengalaman penulis, ketika tiba di restoran ini pada pukul 23.45, Abuba masih ramai oleh pengunjung dari segala umur. Abuba memang masih menjadi pilihan untuk menikmati makanan steak, maupun hanya untuk berkumpul bersama orang-orang terdekat dan bersantai bersama keluarga sambil mengisi perut hingga tengah malam tiba.




Abuba telah dikenal sejak lama oleh masyarakat Jakarta. Menu yang paling digemari yaitu Steak Sirloin, Tenderloin, maupun T-bone yang lezat yang berasal dari daging sapi import maupun lokal. Adapula steak ayam dan steak kakap yang porsinya cukup mengenyangkan.


Abuba Steak menyediakan berbagai menu steak yang harganya relatif terjangkau dibandingkan restoran steak ternama lainnya yang berasal dari Eropa dan Amerika. Dengan harga berkisar antara 40 rb rupiah hingga 100 rb rupiah, kita dapat menikmati hidangan Steak yang lezat berikut berbagai menu minuman yang menyegarkan.
Steak Abuba dihidangkan bersama saus steak yang 'pas' dan ditemani dengan kentang goreng, sayuran berisi jagung manis, wortel, buncis, kacang polong, dan brokoli yang benar-benar membuat perut kita terasa kenyang.


Sedikit catatan, bahwa beberapa teman yang pernah merasakan steak Abuba pernah mendapatkan pengalaman tidak mengenakkan. Bila sedang apes, maka yang didapat adalah steak "sendal jepit" alias alot. Selain itu porsi yang sangat besar, membuat kita ketika makan terasa makanan di depan mata kita tidak habis-habis. Seiring dengan wajah restoran yang telah berganti, mudah-mudahan mutu dan rasa steak Abuba semakin meningkat pula.


Untuk pencinta kuliner yang berada di seputar Kelapa Gading, jangan khawatir karena Abuba juga hadir di Ruko Kompleks Gading Batavia, Kelapa Gading. Selain itu, bagi para warga Pluit dan Jakarta Utara, Abuba juga telah hadir di kawasan yang tidak begitu jauh dari Mega Mall Pluit, yaitu di dekat Ace Hardware Pluit.


Wassalam


HP