Showing posts with label Yogyakarta. Show all posts
Showing posts with label Yogyakarta. Show all posts

Friday, February 3, 2012

Kedai Tiga Nyonya : Masakan Cina Peranakan, Berkelas, & Nyaman di Mata,


Awalnya saya kaget juga masuk ke Kedai Tiga Nyonya, suasana lokasi tempat makan yang nyaman di mata dan lokasi yang baik untuk foto-foto diri dan komunitas untuk dibagikan pada teman, sahabat, saudara dan saudara. Belum lagi saat menikmati makanannya pas untuk lidah Indonesia saya. Makanan yang paling saya suka salad mangganya meskipun hampir semua makanan cocok di lidah. Jadi tempat, rasa makanan dan tempat berkumpul yang berkelas dapat ditemukan di tempat ini. Saya lihat di tempat tersebut dipajang sosialita yang pernah datang dan penghargaan yang telah didapat Kedai Tiga Nyonya selama ini.

Kedai Tiga Nyonya yang saya datangi yang di jalan KH  Wahid Hasyim 021-316097, Jakarta Pusat. Ada  tempat lain lagi yaitu  di TIS (Tebet Indraya Square) 021-8308360 dan Yogyakarta Jl Sudirman No. 16. Desain bangunan menunjukkan kedai ini mencoba mempertahankan tradisi dan saya lihat ada nuansa bangunan betawi kuno. Cukup banyak jendela sehingga dapat pencahayaan alami yang sangat jarang dipertimbangkan dalam tata ruang modern saat ini. Penampilan bangunan dan tata ruang makannya cukup membuat pengunjung betah untuk melihat dan mengerjapkan mata. Parkir yang disediakan mencukupi.


Makanan yang disedikan  semuanya halal dan tanpa vetsin dengan standarisasi teruji, merupakan campuran masakan melayu, belanda dan Cina. Kedai Tiga Nyonya  didirikan oleh Paul B. Nio yang mengumpulkan resep turun temurun, sehingga saat ini sampai bisa mengumpulkan lebih dari 100 macam hidangan. Banyak pejabat, diplomat, presiden dan bahkan ekspatriat yang telah mencoba masakan di kedai Tiga Nyonya ini. Saat saya merasakan makanan di sini saya melihat nuansa kehadiran dari manca negara sangat terlihat.


Menu yang disediakan banyak menggunakan resep dan bumbu tradisional diantaranya lumpia semarang, brenebon, tumis jagung pedas pete, tumis sawi asin tahu, sop, sayur asem, cah kangkung, nasi goreng, ayam goreng tiga nyonya, ikan bakarm gurame asem manis, ayam kremes, rujak pegnanten, es cinteng, sup ikan patin, udang bakar, es krim dan lain-lain. Bahkan untuk disebutkan satu persatu cukup panjang. Makanan yang membuat saya tertumbuk mata dan perut adalah soka salad mangga yaitu kepiting goreng crspy dan salad mangga membuat saya selalu tertagih untuk kembali ke Kedai Tiga Nyonya. Tentunya tiap pengunjung punya hidangan pilihan tersendiri pada saat datang ke sini.


Jadi tepat sekali makan di sini puas di mata dan puas di perut. Suasananya feel like home dengan tata bangunan dan ruang yang 'jadul', suasana nyaman dan makanan yang membuat enak di lidah dan perut. Lokasinya pun cukup strategis baik di wahid hasyim Jakpus, TIS Jakarta Selatan dan Yogyakarta.
Jadi untuk tahu dan merasakannya datang langsung saja, supaya dapat merasakannya. Suasana dan rasa yang diperoleh lebih dari harganya.

Salam Tour Kuliner.





Wednesday, August 6, 2008

Gudeg Ibu Djuminten

Salam Kuliner




Kita mampir ke kota Yogyakarta alias Jogja untuk mencicipi gudeg sebagai makanan khas daerah ini. Dari sekian banyak gudeg yang terkenal di kota ini, team kuliner menjajal Warung Gudeg Ibu Djuminten yang telah berdiri sejak tahun 1926. Sejak saat berdirinya, nama Ibu Djuminten terkenal sebagai penjual gudeg yang difavoritkan oleh kaum tua maupun muda. Dan konon kabarnya, dari jaman dulu hingga sekarang warung gudeg ini memiliki lokasi yang sama, yaitu di Jalan Kranggan No. 69 Yogyakarta. Warung gudeg yang terletak di hook tersebut berbentuk sebuah rumah klasik yang tak berubah bentuk sejak dahulu. Dengan demikian, para kaum sepuh yang hendak bernostalgia tampaknya tidak sulit untuk menemukan tempat ini.
Berdasarkan informasi dari "penjaga warung", Ibu Djuminten telah meninggal beberapa tahun lalu, tetapi bisnis ini diteruskan oleh anak cucunya Ibu Djuminten. Selain di Jalan Kranggan, Gudeg Ibu Djuminten ini memiliki Warung lain di Jalan Asem Gede Jogjakarta. Bahkan, untuk masyarakat Jakarta yang ingin memburu makanan ini, tidak perlu repot mencari gudeg Ibu Djuminten hingga ke Yogyakarta karena telah hadir di kawasan Bintaro, Tangerang.



Siapa yang tak kenal gudeg? Gudeg ini adalah makanan yang terbuat dari nangka yang diolah sedemikian rupa untuk dijadikan teman yang nikmat untuk makan nasi. Ada beberapa pilihan Menu paket yang anda bisa pilih di warung gudeg ini. Menu tersebut mengkombinasikan gudeg dengan telur, ayam, dan krecek yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan dan selera anda.
Sensasi ketika mencobanya, terasa bahwa makanan ini sangat manis. Cocok sekali jika makan gudeg ini ditemani dengan nasi panas-panas...............rasanya serrrrrrrr. Namun, bila anda tergolong orang yang tidak doyan manis, maka makanan ini bukan pilihan yang tepat. Jadi enak tidaknya sangat bergantung pada lidah anda.

Untuk anda yang akan membawakan gudeg ini untuk teman, kerabat, ataupun saudara anda, maka jangan khawatir karena Warung gudeg Ibu Djuminten memiliki kemasan dalam bentuk kendi yang dikemas dengan tas yang menarik dan sangat cocok sebagai oleh-oleh anda.

Bila kita makan di warung ini, terasa bahwa harga tinggi yang harus dibayar sebanding dengan kualitas yang ditawarkan. Kita perlu membayar sedikit agak mahal, bahkan setingkat dengan harga makanan di Jakarta. Ini tidak seperti yang kita bayangkan bahwa makanan di kota Jogja ini murah-murah. Untuk mendapatkan seporsi gudeg komplit berisi gudeg, telur, krecek, dan ayam mencapai harga sekitar 15 ribu rupiah. Bila anda memesan dalam bentuk box maka harga bisa berkisar 40 ribu hingga 80 ribu per box tergantung kombinasi isinya. Namun bila anda memesan paket dengan kemasan kendi, maka harga yang harus anda bayar dapat mencapai 100 ribu rupiah. Kami yakin, bila anda para Gudeg Lovers, harga yang anda bayar tersebut sebanding dengan kenikmatan yang anda dapatkan.

Selamat mencoba

Wassalam

HP


Thursday, July 31, 2008

Bebek Goreng Cak Koting Yogyakarta





Salam Kuliner

Kali ini kita mampir di kota Yogyakarta untuk berburu bebek goreng. Target kali ini adalah Bebek Goreng Cak Koting yang kesohor di kota Jogja ini. Ketika kami makan di sini, ternyata banyak pula "pencinta" bebek goreng dari kota lain bahkan dari Jakarta yang sengaja datang untuk memburu nikmatnya bebek goreng di sini.

Bebek Goreng Cak Koting ini berada di jalan..................., yaitu di pelataran bekas bioskop ...... yang terkenal di Jogja beberapa tahun yang lalu, yang letaknya berada di ujung fly over menuju jalan................ Di sini para pengunjung dapat memilih tempat makan di area terbuka di pinggir jalan, maupun di dalam restoran agar lebih memudahkan untuk memesan tambahan makanan maupun minuman. Pada saat jam makan malam tiba, pengunjung membludak dan para pramusaji seakan kewalahan melayani pembelinya. Namun jangan khawatir, Cak Koting telah memiliki banyak pramusaji yang siap dan secara sigap melayani para pembelinya.
Meja yang letaknya terbuka dan beratapkan tenda yang berada di pinggir jalan justru lebih digemari oleh para pengunjung. Sambil menikmati bebek goreng, para penikmat bebek juga dapat menghirup udara segar dan angin sepoi-sepoi jalanan ditambah pula dapat menikmati pemandangan jalan di kota Jogja ini. Sangat cocok bagi para kaum muda untuk saling bercengkrama, bergaul bersama teman-teman, maupun keluarga.

Cak Koting ini beroperasi sejak siang hari hingga menjelang larut malam, terlebih bila weekend atau hari libur tiba, maka tempat ini selalu ramai oleh para pemburu bebek. Bebek Cak Koting diolah secara sederhana, namun sangat dahsyat dalam menambah selera makan bebek. Bebek bumbu kuning yang ditemani sayur lodeh, plecing kangkung, dan sambal merupakan kenikmatan tersendiri yang patut dijajal oleh para penggemar bebek yang belum pernah merasakannya.

Wassalam
HP