Showing posts with label mie. Show all posts
Showing posts with label mie. Show all posts

Friday, May 21, 2010

Bakmi Yamin 'Bang Memet' Pondok Indah dan Kyai Maja

Salah satu makanan kesukaan banyak orang adalah berbahan dasar mie. Ada mie instan, mie keriting, mie rebus, mie goreng, mie kering dan lain-lainnya. Cara penyajian, bumbu dan  cara pembuatannya tentu beraneka ragam sehingga nama produk akhirnya juga khusus.
Nah yang tour kuliner kunjungi adalah bakmi yamin pondok indah di cabangnya di jl kyai maja 21, depan rumah sakit pertamina pusat. Sekilas tempat itu seperti pertokoan ternyata tempat makan yang cukup ramai. Pada saat itu kami makan pada jam makan siang.
Tempatnya cukup strategis dan penyajiannya mengundang selera. Saya makan mie yamin, nasi dan es jeruk, wah sungguh nikmat di siang hari.Makanan nikmat itu disantap dalam waktu singkat saja tanpa bersisa.
Salam Tour Kuliner.

Sunday, April 11, 2010

Japanese Noodle Restaurant : Ramen 38 Sanpachi

Noodle atau Mie ala Japanese Restaurant yang sedang ramai dikunjungi di Jakarta saat ini adalah Ramen 38 Sanpachi. Ada beberapa cabang diantaranya Blok M (Kamome), Surabaya Town Square lt 2, Pacific Place lt 5, Pertokoan Plaza II - Jl Metro Pondok Indah, Artha Gading  Lt 2, yang akan berkembang dengan cabang-cabang berikutnya.

Ramen 38 Sanapchi diciptakan oleh  Chef Daisei & Group. Ada banyak menu di Ramenyang yang sebagian besar berbahan dasar mie. 
Sebagai kontributor Tour Kuliner saya mendatangi Ramen 38 di Blok M (Kamome Swalayan) lantai 2, Jl Melawai Raya. Kebetulan saya mencoba mie dengan tingkat kepedasan 1. Rata-rata orang memilih antara 1 sampai 10. Katanya kepedasan 1 berarti dengan 1 cabe ditambah dengan beberapa tambahan bumbu yang bisa membuat  hangat badan. Ternyata ada yang mampu makan mie sampai kepedasan 55 sampai habis, o..la la..gile bener. Saya saja yang merasakan kepedasan 1 sudah merasakan pedasnya dan badan cukup hangat. Memang nikmat sich, dan bisa bikin nagih. Berarti tingkat kepedasan  di sini adalah tantangan.

Untuk detail silahkan datang ke websitenya www.ramen38.com dan Facebook Fan
Ternyata ada cukup banyak jenis mienya dan tahun 2010 ini saja mengeluarkan menu-menu baru lagi. Wuuhss merasakan nikmatnya dan spicynya mie satu saja bikin wahhh, bisa kapan-kapan lagi balik ya, merasakan menu yang lain lagi.

Mbah Tambah : Lauk Tradisional Indonesia

Anda pasti kenal magelangan, yaitu nasi dicampur dengan mie. Ataupun mie rebus serta makanan tradisional Indonesia lainnya. Di daerah Cinere tepatnya di dekat Pompa Bensin dan Polsek Limo Cinere terdapat tempat makan Mbah Tambah dengan motto Lauk Tradisional Indonesia.

Tempatnya cukup sederhana tetapi bersih, dan bisa makan dengan nyaman di tempat tersebut. Untuk daerah Cinere jika perlu makan Anda bisa mencobanya. Menurut penduduk Cinere ternyata yang punya tempat makan tersebut mempunyai juga soto kudus tidak jauh dari situ. Dengan demikian usaha jual makanan dengan basis lauk tradisional ini diharapkan merupakan salah satu alternatif makan, baik makan siang, atau malam.

Saya coba mie rebus dan teh hangat manis, wuihh kumpul dengan keluarga besar dan makan ramai-ramai cukup menyenangkan juga di sini.

Makanan Khas Makassar : Kedai Pelangi

Motonya Citarasa'nya Tiada Banding. Terletak di Wahid Hasyim 108 dekat dengan jalan sabang, salah satu pusat jajan makanan di area jakarta pusat. Lokasi yang strategis dan ke-khasan pada makanan khas Makassar membuat Kedai Pelangi punya nilai tambah tersendiri.

Beberapa makanan yang bisa dicoba diantaranya Nasi Goreng Merah, Mie Goreng Kering, Sop Saudara, Ayam Goreng Tanpa Tulang, Teh Tarik, Es Pallubutung. Ada suasana khas makanan Makassar.
Kali ini kontributor Tour Kuliner mencicipi Mie Goreng Kering. Wah seperti apa ya rasanya ? Cukup unik juga namanya.
Pas datang hidangannya ternyata ada Mie Kering di satu piring dan kuah sayur dalam mangkok berbeda. Mie nya digoreng kering sekali, kuning dan renyah. Ketika kuar sayur disendok sedikit demi sedikit, cukup kental dan hangat baru diangkat dari dapurnya, ada cabe cukup besar serta cabe kecil dalam tempat terpisah. Ternyata cabe kecil tersebut khusus didatangkan dari Makassar.

Wuiih begitu dimakana, rasa kriukk-kirukk, plus rasa kuahnya serta cabe yang menyengat membuat makan terus untuk dinikmati sampai potongan terakhir dan syur sampai ludas. Sungguh benar apa yang disampaikan dalam web-nya www.kedaipelangi.webs.com.
Rasanya ingin coba yang lain laig tentunya enak juga, sayang perut sudah kenyang. Nantikan saya lain waktu ya ke Kedai Pelangi. Anda ingin coba, mudah kok mencapainya, mudah-mudahan air liur tidak menetes saat menuju ke sana.
:) 
 

Tuesday, November 11, 2008

Mie rebus dan Mie Goreng Kafe Pak Salimun Lubuk Linggau





Salam Kuliner!!!



Kali ini saya mengunjungi kota kelahiran saya, Lubuk Linggau, dalam rangkaian kunjungan kerja bersama beberapa teman.


Kakak dan adik saya yang memang tinggal di kota ini memaksa saya untuk mencoba Mie ala kampung yang menurut mereka adalah Jawaranya ini. Kafe Pak Salimun.... itu nama tempatnya. Siempunya kafe sebenarnya sudah mangkat, alias Almarhum. Namun kakak saya menjamin bahwa rasa dan takarannya masih sama karena proses regenerasi sudah dipersiapkan dengan sangat rapih dan professional oleh Almarhum. Simple saja sih prinsipnya, yaitu Learning by doing! Jadi, Pak Salimun(alm) meminta anaknya untuk memperhatikan beliau masak selama sebulan tanpa melakukan apapun, hanya melihat. Bulan berikutnya mereka gantian. Pak Salimun (alm) hanya melihat anaknya memasak tanpa melakukan apapun.... nah, hasilnya akan langsung beliau evaluasi.

Ok, itu tadi sekilas soal kafe tersebut. sekarang cerita soal makanannya...
Pertama dan yang paling terkenal, Mie Rebus. Mie ini dibuat sendiri oleh Kafe ini mulai dari bumbu sampai dengan mienya, sehingga rasa dan kesegarannya terjamin. Porsi yang diberikan tidak terlalu besar, sehingga sesuai dengan situasi kami saat itu yang datang pada pukul 10 malam dan sebenarnya sudah makan malam. Kaldu ayam yang digunakan sebagai kuah sangat kental dan didominasi rasa manis, asam dari tomat, namun disisi lain juga gurih. Toping mie yang berupa suwiran daging ayam kampung dan ati ampela berasa sangat segar dan masih empuk kenyal. Sayuran yang dipakai tampaknya tidak direbut terlalu lama, jadi masih meninggalkan kesan crunchy ketika digigit... Singkat kata, Segar, gurih, enak, dan tidak enek.
Namun jika anda datang dalam kondisi luapaaar, maka baiknya pesan dua porsi, Mie rebus dan Mie Goreng.

Selamat Mencoba.

Wassalam.
YM for TourKuliner

Sunday, November 9, 2008

Bihun Bebek di ITC Kuningan

Salam Kuliner!!
Nyam… nyam……

Tujuan kali ini adalah Bihun Bebek di ITC Kuningan. Seorang temen yang tau banget kalau saya penggemar bihun dan bebek berpendapat kalau saya akan suka dengan makanan ini.
Termakan dengan cerita temen saya, saya bersama dua orang teman lainnya menyempatkan makan di tempat ini di saat istirahat kantor untuk makan siang.


Pesanan datang dalam waktu yang cukup cepat. Aroma bawang putih langsung tercium ketika mangkun berisi Bihun Bebek Rebus saya datang.
Kalau dilihat dari penampilan warnanya sebenarnya agak meleset dari perkiraa saya. Kuahnya berwarna agak kelabu dengan suwiran bebek yang berwarna pucat. Hal ini saya kira berasal dari Kaldu yang dibuat dari daging dan tulang bebek.
Sruputan pertama….. Nyam!
Rasanya gurih sekali! Aroma bawang putih yang dominan ternyata tidak nempel dilidah. Bihun yang agak lebih besar dari ukuran normal terasa licin dan tidak kesat. Selada yang diletakkan didasar mangkok langsung layu ketika disiram kuah panas, namun ternyata masih Kriess..ss ketika digigit.
Tidak ada rasa amis sama sekali, sehingga tidak ada rasa enek walaupun harus menghabiskan porsi yang lumayan besar.
Makan siang harus kami selesaikan dengan cepat, mengingat kami masih ada “Tugas” hunting alias shopping di Mall yang terkenal memiliki barang berkualitas Unggul namun harga tidak bikin gundul.
So… sampai ketemu lagi!!!

YM for tour kuliner.

LAKSA, makanan khas Singapur


Salam Kuliner!

Kalau kita jalan-jalan ke Singapur, susah cari Laksa Singapur, karena yang ada Laksa doang J
Setelah kecapean maen di Sentosa Island bersama keponakan saya, kami menyempatkan untuk makan di Vivo city. Kelaperan tapi nggak terlalu paham dengan daerah “jajahan”, kami memilih makan ketempat yang udah kami kenal sebelumnya, The Bakerzin. Pesanan saya jatuh pada menu LAKSA, makanan khas Singapur yang saya suka. Ketika mangkuk pesanan saya datang dengan porsi yang buanyak, saya sudah tidak yakin akan dapat menghabiskannya. Kuah santannya sangat kental dan kaya bumbu, enak namun jadi agak pahit karena terlalu berempah. Mie yang jadi pemasok energi Utama dari mangkuk saya rasanya empuk dan licin namun jumlahnya yang banyak sangat membuat saya kewalahan, pdahal mereka tidak menyediakan sambal untuk melengkapi rasa Laksa pesanan saya sekaligus katalisator nafsu makan. Alhasil, saya pulang meninggalkan separuh Laksa yang tidak ikut saya “bawa pulang”. Lain kali saya akan mencoba peruntungan sayadengan menu yang berbeda.

Wasalam.
YM for TourKuliner

Sunday, August 3, 2008

Mee Rebus dan Laksa Singapore





Salam kuliner


Halo apa kabar? Mudah-mudahan Anda selalu dalam keadaan baik.

Untuk Anda yang berselera Melayu, maka lidah Melayu akan sangat dimanjakan bila anda sedang berada di Singapura, karena di sana banyak sekali makanan yang masih nyerempet-nyerempet dengan selera Melayu. Tapi bagi sebagian orang Indonesia, hmmmm mungkin rasa masakan Melayu di Singapura kadang-kadang terasa aneh.


Kali ini kita jalan-jalan di daerah Bugis Street untuk menikmati makanan sepanjang jalan tersebut. Sambil menikmati makanan, di sana kita dapat menikmati suasana udara malam yang meriah di pinggir jalan sambil ngobrol ngalor-ngidul dengan orang yang tersayang. Di Bugis Street ini beraneka ragam makanan dapat kita pilih mulai dari Sea Food, Bebek, makanan Non-halal, hingga Mee Rebus (red: Mie Rebus) dan Laksa Singapore berikut ini.




Mee Rebus




Mee Rebus alias Mie Rebus ini adalah pilihan yang cukup pas untuk pecinta masakan agak manis. Sepintas mie rebus ini tidak jauh berbeda dari 'Mi Tektek' yang dijual abang-abang Mie keliling yang biasa melewati komplek-komplek perumahan di Indonesia.
Seperti halnya di Indonesia, Mee Rebus ini adalah makanan yang cukup murah meriah, yaitu hanya dengan sekitar SGD 3' atau Rp 20.000 perporsi. Bagi anda yang harus makan 'banyak' atau kelaparan berat, porsi yang disediakan mungkin dirasakan kurang 'nendang'. Jadi anda masih punya space di perut untuk mencoba makanan lainnya setelah menikmati Mee rebus ini.


Di Singapura, Mee rebus ini dibuat dari Mie kuning yang ukuran diameternya cukup gendut, dimasak dengan cara direbus dengan tauge, tahu, bakso dengan diberi pula potongan seledri serta bumbu pilihan, kemudian dilengkapi pula dengan telur rebus. Rasa manis merupakan dominasi kecap manis, dan yang menjadi ciri khas mee rebus ini adalah kuahnya sangat kental seperti kuah untuk Kwetiaw Siram. Sluuuurp enak banget!





Laksa Singapore




Laksa Singapore ini tidak jauh berbeda dengan Laksa Singapore yang dijual di Indonesia maupun Malaysia. Bila kita tilik, maka Laksa Singapore dan Mee Rebus memiliki ingredients yang sama. Bahan utama untuk keduanya terdiri dari mie kuning, dan telur. Hanya saja, bumbu dan aroma kuah Laksa Singapore adalah Sea Food yang berminyak dan kaya akan rempah. Selain dilengkapi telur, Laksa ini juga diperkaya dengan udang yang menimbulkan aroma menggiurkan bagi para penggila udang. Hmmmmm pokoknya sippp banget deh bila ditemani dengan segelas teh tarik dingin. Untuk urusan bill, kita perlu mengeluarkan sekitar SGD 3.5 untuk Laksa Singapore dan sekitar SGD 1 untuk segelas teh tarik. Cukup murah meriah bukan? Untuk urusan porsi mungkin sangat pas bagi para wanita, ataupun pas bagi pria yang sedang "tidak terlalu lapar".



Selamat mencoba




Wassalam

HP