Showing posts with label Gudeg. Show all posts
Showing posts with label Gudeg. Show all posts

Thursday, September 25, 2008

Berbuka Puasa : Gudeg Penjompongan dan Tempe Mendoan

Salam Tour Kuliner

Acara makan yang direncanakan jauh-jauh hari kadang batal atau kurang nikmat karena air liur kenikmatan sudah menggantung lama- beberapa hari sebelumnya -membayangkan menu makanan yang akan disantap.

Berbuka puasa September 2008 di kantor kali ini spontan dan direncanakan beberapa jam sebelum berbuka. Setelah didiskusikan dengan rekan-rekan yang akan berbuka, rencana kilat menunggu kenikmatan yang tinggal 3 jam lagi serasa cukup lama.

Setelah ditimbang-timbang dipilihlah menu gudeg pejompongan dan tempe mendoan. Soal tempat cukup di kantor saja sehubungan di luar macet dan memang bertepatan dengan waktu pulang kantor. Banyak yang sudah mahfum kalau kantor di daerah jalan sudirman cukup dinamis akan pilihan2 menu untuk berbuka namun jalur lalu lintas cukup padat.

Kita memilih 2 rekan akan membeli makan tersebut sehubungan mendekati buka ada jadwal keluar kantor dan diperkirakan menjelang buka sudah sampai di kantor. Hitungan waktu sudah dihitung dari menit-ke menit. Jadi yang tour kuliner ..pembelinya yang sekaligus penikmat. Sedangkan penikmat lainnya cukup di kantor saja. Ada 6 rekan yang mau ikut gabung..kali ini.

Menu tetap gudeg penjompongan dan tempe mendoan..

O..la la..setelah di pilih menu, tidak ada satupun yang tahu nomor telepon gudeg penjompongan tersebut meskipun lokasinya memang dekat kantor..ya 10 - 20 menit dengan kendaraaan relatif dekat.

Akhirnya telkom dengan 108 cukup membantu agar kita tidak kehilangan waktu. Pertimbangannya tugas kantor terselesaikan dan bisa menikmati berbuka puasa dengan nikmat pada waktunya.

Kalau tempe mendoan sich sudah ada langganan. Khan dekat2 bendungan hilir ada pasar makanan dadakan pada waktu bulan ramadhan.

Antara rencana dan pelaksanaan tidak meleset. Memang pada saat bulan puasa seperti ini ada saja jalan yang diberikan dan dibuka sehingga bisa menjalankan buka puasa dengan lancar pada waktunya.

Woow.. buka puasa dengan gudeg pejompongan cukup nikmat juga apalagi ditambah tempe mendoan. Kita bisa berbuka seakan-akan direstoran dengan setting yang kita inginkan bersama.

Kita merasakan jika diantara kita saling support kita yakin semuanya bisa jalan.Apalagi memang rekan-rekan yang ikut berbuka sudah membayangkan nikmatnya buka dengan kedua menu tersebut. Waktu 3 jam khan tidak terlalu lama.

Yang kita tarik dari berbuka saat ini, meski spontan kita masih bisa memenuhi menu makan yang diinginkan meski berada di kantor dan dalam kesibukan tugas kantor. Dalam era saat ini informasi dan kemudahan sudah banyak kemajuan.

Waktu yang berharga dan ketat dalam kesibukan pekerjaan tidak harus menurunkan minat akan memperoleh kenikmatan dalam menyantap makanan sesuai pilihan. Apalagi dalam bulan puasa kita sadari jalan dibuka lebih lebar asalkan kita membuka hati.


Lihat saja rekan kita Endang Rahmat yang mengekspresikan nikmatnya berbuka puasa di kantor meski tugas mesti tetap dijalankan.

Salam Tour Kuliner

IBP





Wednesday, August 6, 2008

Gudeg Ibu Djuminten

Salam Kuliner




Kita mampir ke kota Yogyakarta alias Jogja untuk mencicipi gudeg sebagai makanan khas daerah ini. Dari sekian banyak gudeg yang terkenal di kota ini, team kuliner menjajal Warung Gudeg Ibu Djuminten yang telah berdiri sejak tahun 1926. Sejak saat berdirinya, nama Ibu Djuminten terkenal sebagai penjual gudeg yang difavoritkan oleh kaum tua maupun muda. Dan konon kabarnya, dari jaman dulu hingga sekarang warung gudeg ini memiliki lokasi yang sama, yaitu di Jalan Kranggan No. 69 Yogyakarta. Warung gudeg yang terletak di hook tersebut berbentuk sebuah rumah klasik yang tak berubah bentuk sejak dahulu. Dengan demikian, para kaum sepuh yang hendak bernostalgia tampaknya tidak sulit untuk menemukan tempat ini.
Berdasarkan informasi dari "penjaga warung", Ibu Djuminten telah meninggal beberapa tahun lalu, tetapi bisnis ini diteruskan oleh anak cucunya Ibu Djuminten. Selain di Jalan Kranggan, Gudeg Ibu Djuminten ini memiliki Warung lain di Jalan Asem Gede Jogjakarta. Bahkan, untuk masyarakat Jakarta yang ingin memburu makanan ini, tidak perlu repot mencari gudeg Ibu Djuminten hingga ke Yogyakarta karena telah hadir di kawasan Bintaro, Tangerang.



Siapa yang tak kenal gudeg? Gudeg ini adalah makanan yang terbuat dari nangka yang diolah sedemikian rupa untuk dijadikan teman yang nikmat untuk makan nasi. Ada beberapa pilihan Menu paket yang anda bisa pilih di warung gudeg ini. Menu tersebut mengkombinasikan gudeg dengan telur, ayam, dan krecek yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan dan selera anda.
Sensasi ketika mencobanya, terasa bahwa makanan ini sangat manis. Cocok sekali jika makan gudeg ini ditemani dengan nasi panas-panas...............rasanya serrrrrrrr. Namun, bila anda tergolong orang yang tidak doyan manis, maka makanan ini bukan pilihan yang tepat. Jadi enak tidaknya sangat bergantung pada lidah anda.

Untuk anda yang akan membawakan gudeg ini untuk teman, kerabat, ataupun saudara anda, maka jangan khawatir karena Warung gudeg Ibu Djuminten memiliki kemasan dalam bentuk kendi yang dikemas dengan tas yang menarik dan sangat cocok sebagai oleh-oleh anda.

Bila kita makan di warung ini, terasa bahwa harga tinggi yang harus dibayar sebanding dengan kualitas yang ditawarkan. Kita perlu membayar sedikit agak mahal, bahkan setingkat dengan harga makanan di Jakarta. Ini tidak seperti yang kita bayangkan bahwa makanan di kota Jogja ini murah-murah. Untuk mendapatkan seporsi gudeg komplit berisi gudeg, telur, krecek, dan ayam mencapai harga sekitar 15 ribu rupiah. Bila anda memesan dalam bentuk box maka harga bisa berkisar 40 ribu hingga 80 ribu per box tergantung kombinasi isinya. Namun bila anda memesan paket dengan kemasan kendi, maka harga yang harus anda bayar dapat mencapai 100 ribu rupiah. Kami yakin, bila anda para Gudeg Lovers, harga yang anda bayar tersebut sebanding dengan kenikmatan yang anda dapatkan.

Selamat mencoba

Wassalam

HP