Sunday, April 11, 2010
Masakan Sunda : Sindang Reret
Friday, October 17, 2008
Warung Indo Depan Mall Cinere
Jadi pelanggan suatu rumah makan atau warung untuk jangka waktu yang lama tentunya dari sisi penikmat makanan sehubungan pertimbangan-pertimbangan subyektif yang terkristal. Rumah makan langganan yang tidak jauh dari rumah sebagai langganan biasanya dikarenakan ada cukup pilihan makanan dan rasanya di atas rata-rata. Keluarga adikku yang tinggal di Cinere salah satu langganan tempat makannya adalah Warung Indo, tepatnya di pertokoan depan/seberang Mall Cinere.Di sini ada banyak pilihan makanan. Pada saat saya menikmati makanan di situ yang kita pesan 3 macam yaitu bistik, laksa bogor dan nasi goreng babat. Warung ini diduga punya makanan style semarangan-an, soal kebenarannya belum dikonfirmasikan dengan pemiliknya.
Untuk nasi goreng babat memang agak jarang jadi menu.
Biasanya yang dikenal adalah nasi goreng ayam, nasi goerng telor, nasi goreng teri dan sebagainya. Nasi goreng babat punya kekhasan menu tersendiri. Untuk laksa bogor rasanya cukup memberi kesan... Untuk bistiknya boleh juga ...
Jadi jika Anda tinggal di Cinere atau kebetulan terdampar lapar dan berada di Cinere coba berkunjung ke Warung Indo ini.
Salam Tour Kuliner
Berburu Moci di Ujung Libur Lebaran
Libur Lebaran 2008 kali ini cukup panjang, ada yang 1 minggu ada yang 2 minggu. Untuk yang 1 minggu rata-rata adalah karyawan.Team Tour Kuliner saat di ujung libur lebaran itu bermaksud menjemput adik di Sukabumi untuk diajak ke Jakarta sebelum kembali bersekolah. Adik ini yang sering dipanggil Jazzy bersekolah di kelas 2 sma yang berlokasi di muntilan. Sehubungan siswa-siswanya berasal dari seluruh Indonesia, sudah menjadi ritual pada waktu kembali bersekolah membawa oleh-oleh khas dari daerah liburannya.
Banyak orang sudah tahu oleh-oleh dari Sukabumi salah satunya adalah moci. Nah siang itu dengan yakinnya kita ingin dadakan akan beli o
leh-oleh moci karena cukup banyak pembuat moci enak di sukabumi.Sasaran pertama adalah moci di Gg Kaswari - Jl Bhayangkara. Kebetulan dekat dari rumah, saat itu sekitar jam 15.00 WIb, setelah sampai ternyata moci di Jalan Kaswari sudah habis. Banyak mobil-mobil yang datang ke tempat itu kecele karena harus memesan dan menunggu jam 20.00 -an jika ingin mendapatkan moci. Moci Gg Kaswari memang menjadi salah satu pilihan karena kita dapat membelinya dari pembuatnya langsung. Berdiri sejak 1983, cukup mudah mencarinya tanya saja Jalan Bhyangkara dan kemudian cari Moci Gg Kaswari. Untuk mencapainya mobil di parkir sekitar 100m dari pembuat moci. Meski dengan perjuangan moci yang diperoleh masih segar alias dibuat pada hari itu.
Kadung sudah ingin mendapatkan moci hari itu, kita menuju sasaran kedua yaitu Moci Jl Otista. Untuk mencapainya mudah, tanyakan saja Jl Otista berada, kemudaian tanya tempat pembuat moci. Moci di sini merupakan salah satu acuan pertama rekomendasi untuk beli moci. Mocinya masih segar juga baru dibuat hari itu. Lagi..lagi mocinya habis, mes
ti pesan dahulu dan itupun baru bisa diambil pukul 20.00-an. Memang banyak orang bermobil datang ke sini dan pesan moci cukup banyak ada yang 40-an ada yang 30-an bungkus. Meski ada yang beli 5 sampai 10 bungkus. Mereka ternyata pesan dulu beberapa jam sebelumnya. Hari itu permintaan memang sedang ramai-ramainya.Kemudian, sasaran ketiga, adalah Moci Jl A Yani. Kalau tidak di tanyakan ke orang-orang kita tidak menyangka ternyata penjual moci tersebut cukup tersembunyi. Rasanya ini benar-benar sensasi cukup mengasyikan untuk team tour kuliner. Untuk mendapatkan moci saja perlu perjuangan. Mungkin waktunya tidak tepat ya... Libur lebaran cukup panjang dan hari ini di ujung liburan. Lagi-lagi moci lagi laris manis di ujung liburan ini. Perlu pesan dulu karena banyak yang cari oleh-oleh moci.
Sasaran terakhir adalah toko-toko makanan. Ternyata sesuai perkiraan juga toko-toko makanan sudah habis juga mocinya. Moci tidak bisa ditahan lama, jangka waktunya dalam 3 hari saja . Itupun mesti dalam keadaan terbuaka dan tidak panas.
Jadi jangankan toko, pembuat moci nya saja cukup repot memenuhi perminataan moci pada ujung liburan panjang tersebut.
Akhirnya memang kita dapatkan moci tapi dengan memesan dahulu di Jl Otista dan mengambilnya di malam hari. Jadi bagi Anda yang ingin berpetualang mencari oleh-oleh moci dari Sukabumi, untuk masa
-masa libur yang padat, hitung-hitung waktu terlebih dahulu dengan cara memesan terlebih dahulu sebelumnya agar mendapatkan moci kesukaan sebagai oleh-oleh.Kalau perlu begitu sampai di Sukabumi pesan dahulu oleh2 mocinya baru setelah selesai jalan-jalan di kota sukabumi moci itu langsung di bawa serta kembali ke kota asal.
Bagaimanapun juga, sayang jika sudah sampai Sukabumi tidak membawa oleh-oleh moci . Soal beli moci dari mana tidak jadi soal karena semuanya enak.
Salam Tour Kuliner
Wednesday, August 6, 2008
Bubur Ayam Bunut Sukabumi

Thursday, July 31, 2008
Dodongkal

Salam Kuliner
Pernah merasakan penganan yang bernama "dodongkal"? Penganan ini disebut dodongkal di daerah Jawa Barat, seperti Bogor dan Sukabumi. Namun untuk berburu dodongkal, tidak seluruh Jawa Barat mengenal dodongkal ini, apalagi kota-kota Indonesia lainnya. Namun demikian dodongkal ini memiliki karakteristik atau rasa seperti kue putu yang dapat dijumpai di kota lainnya.
Karena sulitnya menemukan makanan ini, Penulis beruntung mendapatkannya melalui seorang teman yang berada di kota Bogor. Ia membelinya dari penjual yang lewat di depan rumah pada saat matahari terbit.
Bagi penggemar makanan yang manis, Dodongkal ini merupakan pilihan yang tepat. Seperti halnya kue putu, dodongkal ini terbuat dari tepung beras yang disisipi gula merah di dalamnya, serta ditaburi serutan kelapa yang dikukus dengan balutan daun pisang. Cobalah untuk mencarinya ketika anda berkunjung ke Bogor, dan anda akan merasakan sensasinya.
Wassalam
HP

