Pola pendapatan di antara kita tidak sama, rata-rata dapat dalam bulanan, maka tanggal gajian sangat ditunggu kehadirannya. Meski uangnya sering kali hanya numpang lewat tapi tanggal itu dianggap penting. Di lain sisi pendapatan yang tidak tentu waktu yang di tunggu yaitu waktu closing atau waktu di mana transaksi bisnis terjadi.
Soal kapannya dan bagaimana caranya tidak perlu di bahas dalam tulisan singkat ini, termasuk soal pembayaran pajak dianggap sudah dilakukan. Satu yang pasti mulai perlu dipikirkannya perihal investasi atau menabung sejak awal. Kalau belum pernah usahakan mulai menabung sejak detik ini.
Mengapa ?
Menabung atau investasi adalah bentuk jaga-jaga secara keuangan akan kebutuhan di masa depan yagn tidak jelas besarnya, untuk mengatasi kenaikan harga (inflasi) dan memperkembangkan dana sejak dini.
Anggap penghasilan sebesar Rp. 1.000.000.
Jika semuanya dipergunakan untuk pengeluaran/biaya bahkan kurang, tidak ada nilai investasi maka penambahan kekayaan dari investasi tidak akan pernah ada. Jikapun dibelikan barang-barang konsumsi nilainya kan turun atau bahkan bernilai 0 atau negatif.
Jika pun hanya menabung 5% dari pendapatan tersebut, dan dilakukan secara tekun selama 20 tahun serta diinvestasikan dalam investasi dengan pertambahan 20% per tahun atau 1,6% per bulan. Maka tanpa pertambahan prosentase penyisihan dari penghasilan akan diperoleh Rp. 155 juta atau 13 x nilai total yang disetor (12 juta). Kecil memang jika dibandingkan harga rumah tapi kan lumayan.
Bandingkan dengan UMR yang sekarang sekitar 2,5 juta, maka dalam 20 tahun akan dipunyai sebesar Rp. 388 juta.
Bagaimana kalau dengan gaji Rp. 10 juta per bulan disisihkan 5% selama 20 tahun dan keuntungan investasi sebesar 1,6% per bulan. Maka setelah 20 tahun nilai investasinya sebesar Rp. 1,5 miliar juta atau 13 kali total dari dana yang disetorkan.
Jika penyisihan menjadi 10% nya maka nilainya menjadi Rp. 3,1 miliar. Lumayan juga.
Gambaran tersebut diasumsikan dana diinvestasikan pada instrumen investasi yang menghasilkan sebesar 10 s/d 20% dalam setahun. Instrumen investasi yang relatif konservatif dan moderat.
Jenis Instrumen Investasi
Untuk jenis-jenis instrumen investasi akan dibicarakan lebih detil dalam tulisan berikut. Yang penting perlu dipertimbangkan risiko dan return investasinya dalam jangka waktu investasi tertentu.
Dengan demikain, penyisihan dari pendapatan begitu pentingnya. Jika sebagian biaya yang keluar merupakan kredit/cicilan dalam jangka panjang biaya bunga cukup berat juga. Maka lebih baik memperbesar penyisihan untuk investasi daripada mempeerbesar pengeluaran untuk biaya cicilan.
Jika belum bisa sebesar 10% atau 20% dimulai dahulu dari 5%-nya. Mulainya kapan ? Saat ini juga. Mari hitung dana yang ada saat ini coba sisihkan setidaknya 5% untuk investasi atau ditabung.
Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Lakukan ini untuk tiap kali memperoleh pendapatan setelah dipotong pembayaran atau penyisihan pajak.
Ilustrasi, Historis tidak ada Jaminan ke Depan
Berikut adalah ilustrasi jika gaji dari 500 ribu sampai 10 juta disishkan 5% nya ditabung dan ditempatkan dalam investasi yang menghasilkan hasil investasi 5% sampai 20% selama 5 sampai 30 tahun.
Pendapatan atau penghasilan atau gaji dalam rupiah sedangkan hasil investasi dalam jutaan. Background hijau menyatakan hasil terkecil dan terbesar untuk masing-masing jangka waktu.
Soal kapannya dan bagaimana caranya tidak perlu di bahas dalam tulisan singkat ini, termasuk soal pembayaran pajak dianggap sudah dilakukan. Satu yang pasti mulai perlu dipikirkannya perihal investasi atau menabung sejak awal. Kalau belum pernah usahakan mulai menabung sejak detik ini.
Mengapa ?
Menabung atau investasi adalah bentuk jaga-jaga secara keuangan akan kebutuhan di masa depan yagn tidak jelas besarnya, untuk mengatasi kenaikan harga (inflasi) dan memperkembangkan dana sejak dini.
Anggap penghasilan sebesar Rp. 1.000.000.
Jika semuanya dipergunakan untuk pengeluaran/biaya bahkan kurang, tidak ada nilai investasi maka penambahan kekayaan dari investasi tidak akan pernah ada. Jikapun dibelikan barang-barang konsumsi nilainya kan turun atau bahkan bernilai 0 atau negatif.
Jika pun hanya menabung 5% dari pendapatan tersebut, dan dilakukan secara tekun selama 20 tahun serta diinvestasikan dalam investasi dengan pertambahan 20% per tahun atau 1,6% per bulan. Maka tanpa pertambahan prosentase penyisihan dari penghasilan akan diperoleh Rp. 155 juta atau 13 x nilai total yang disetor (12 juta). Kecil memang jika dibandingkan harga rumah tapi kan lumayan.
Bandingkan dengan UMR yang sekarang sekitar 2,5 juta, maka dalam 20 tahun akan dipunyai sebesar Rp. 388 juta.
Bagaimana kalau dengan gaji Rp. 10 juta per bulan disisihkan 5% selama 20 tahun dan keuntungan investasi sebesar 1,6% per bulan. Maka setelah 20 tahun nilai investasinya sebesar Rp. 1,5 miliar juta atau 13 kali total dari dana yang disetorkan.
Jika penyisihan menjadi 10% nya maka nilainya menjadi Rp. 3,1 miliar. Lumayan juga.
Gambaran tersebut diasumsikan dana diinvestasikan pada instrumen investasi yang menghasilkan sebesar 10 s/d 20% dalam setahun. Instrumen investasi yang relatif konservatif dan moderat.
Jenis Instrumen Investasi
Untuk jenis-jenis instrumen investasi akan dibicarakan lebih detil dalam tulisan berikut. Yang penting perlu dipertimbangkan risiko dan return investasinya dalam jangka waktu investasi tertentu.
Dengan demikain, penyisihan dari pendapatan begitu pentingnya. Jika sebagian biaya yang keluar merupakan kredit/cicilan dalam jangka panjang biaya bunga cukup berat juga. Maka lebih baik memperbesar penyisihan untuk investasi daripada mempeerbesar pengeluaran untuk biaya cicilan.
Jika belum bisa sebesar 10% atau 20% dimulai dahulu dari 5%-nya. Mulainya kapan ? Saat ini juga. Mari hitung dana yang ada saat ini coba sisihkan setidaknya 5% untuk investasi atau ditabung.
Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Lakukan ini untuk tiap kali memperoleh pendapatan setelah dipotong pembayaran atau penyisihan pajak.
Ilustrasi, Historis tidak ada Jaminan ke Depan
Berikut adalah ilustrasi jika gaji dari 500 ribu sampai 10 juta disishkan 5% nya ditabung dan ditempatkan dalam investasi yang menghasilkan hasil investasi 5% sampai 20% selama 5 sampai 30 tahun.
Pendapatan atau penghasilan atau gaji dalam rupiah sedangkan hasil investasi dalam jutaan. Background hijau menyatakan hasil terkecil dan terbesar untuk masing-masing jangka waktu.
Sebagai contoh untuk gaji 500.000 per bulan disisihkan 5% yaitu Rp. 25 ribu ditabung tiap bulan tanpa berhenti jika pun ditabung dengan bunga 5% per tahun atau sekitar 0,41% per bulan diperoleh hasil tabungan sebagai berikut :
- Waktu 5 tahun diperoleh 1,7 juta
- Waktu 10 tahun diperoleh 3,88juta
- Waktu 20 tahun diperoleh 10,28 juta
- Waktu 30 tahun diperoleh 20,81 juta.
Beberapa catatan atas ilustrasi di atas sebagai berikut :
- Gaji 500 ribu per bulan sampai 10 juta, atau gaji sekitar UMR waktu tulisan ini dibuat Rp. 2,5 juta adalah angka yang realistis.
- Penyisihan 5% dari gaji adalah mudah jika ada niat dan disiplin, meski jika dibesarkan lebih dari 5% sampai 10% atau bahkan 20% sampai 80% akan lebih baik.
- Hasil investasi 5% selayaknya bunga hasil deposito atau obligasi negara setelah pajak adalah rasional pada saat tulisan ini dibuat. Sebaliknya hasil 10% sampai 20% adalah normal dan wajar untuk investasi yang lebih moderat atau agresif dimulai dari hasil investasi di reksa dana, investasi bisnis langsung, properti jual beli atau penyewaan, atau investasi di pasar saham. Sebagai ilustrasi di pasar saham dalam jangka panjang 10 sampai 20 tahun historis bisa menghasilkan 15 - 20% per tahun. Untuk bentuk investasi dan pilihan harap dieprdalam lebih lanjut perihal produk, potensi hasil keuntungan dan risikonya.
- Jangka waktu 5 sampai 30 tahun adalah realistis. Misalnyanya jika umur manusia secara rata-rata adalah 60 tahun, mau mulai investasi sejak umur 30 tahun atau 50 tahun pun tidak terlambat. Investasi sejak dini pra sekolah, sekolah atau kuliah akan lebih baik karena akan makin memahami produk investasi, potensi hasil dan risikonya.
Selamat menabung mulai dari 5% saja ya.
Salam.








