Showing posts with label investasi. Show all posts
Showing posts with label investasi. Show all posts

Saturday, July 4, 2015

Mulai Menabung 5% dari Gaji / Penghasilan


Pola pendapatan di antara kita tidak sama,  rata-rata dapat dalam bulanan, maka tanggal gajian sangat ditunggu kehadirannya. Meski uangnya sering kali hanya numpang lewat tapi tanggal itu dianggap penting. Di lain sisi pendapatan yang tidak tentu waktu yang di tunggu yaitu waktu closing atau waktu di mana transaksi bisnis terjadi.

Soal kapannya dan bagaimana caranya tidak perlu di bahas dalam tulisan singkat ini, termasuk soal pembayaran pajak dianggap sudah dilakukan. Satu yang pasti mulai perlu dipikirkannya perihal investasi atau menabung sejak awal. Kalau belum pernah usahakan mulai menabung sejak detik ini.

Mengapa ?

Menabung atau investasi adalah bentuk jaga-jaga secara keuangan akan kebutuhan di masa depan yagn tidak jelas besarnya, untuk mengatasi kenaikan harga (inflasi) dan memperkembangkan dana sejak dini.

Anggap penghasilan sebesar Rp. 1.000.000. 

Jika semuanya dipergunakan untuk pengeluaran/biaya bahkan kurang, tidak ada nilai investasi maka penambahan kekayaan dari investasi tidak akan pernah ada. Jikapun dibelikan barang-barang konsumsi nilainya kan turun atau bahkan bernilai 0 atau negatif.

Jika pun hanya menabung 5% dari pendapatan tersebut, dan dilakukan secara tekun selama 20 tahun serta diinvestasikan dalam investasi dengan pertambahan 20% per tahun atau 1,6% per bulan. Maka tanpa pertambahan prosentase penyisihan dari penghasilan akan diperoleh Rp. 155 juta atau 13 x nilai total yang disetor (12 juta). Kecil memang jika dibandingkan harga rumah tapi kan lumayan. 

Bandingkan dengan UMR yang sekarang sekitar 2,5 juta, maka dalam 20 tahun akan dipunyai sebesar Rp. 388 juta.

Bagaimana kalau dengan gaji Rp. 10 juta per bulan disisihkan 5% selama 20 tahun dan keuntungan investasi sebesar 1,6% per bulan. Maka setelah 20 tahun nilai investasinya sebesar Rp. 1,5 miliar juta atau 13 kali total dari dana yang disetorkan.

Jika penyisihan menjadi 10% nya maka nilainya menjadi Rp. 3,1 miliar. Lumayan juga.

Gambaran tersebut diasumsikan dana diinvestasikan pada instrumen investasi yang menghasilkan sebesar 10 s/d 20% dalam setahun. Instrumen investasi yang relatif konservatif dan moderat.

Jenis Instrumen Investasi 

Untuk jenis-jenis instrumen investasi akan dibicarakan lebih detil dalam tulisan berikut. Yang penting perlu dipertimbangkan risiko dan return investasinya dalam jangka waktu  investasi tertentu.

Dengan demikain, penyisihan dari pendapatan begitu pentingnya. Jika sebagian biaya yang keluar merupakan kredit/cicilan dalam jangka panjang biaya bunga cukup berat juga. Maka lebih baik memperbesar penyisihan untuk investasi daripada mempeerbesar pengeluaran untuk biaya cicilan.

Jika belum bisa sebesar 10% atau 20% dimulai dahulu dari 5%-nya. Mulainya kapan ? Saat ini juga. Mari hitung dana yang ada saat ini coba sisihkan setidaknya 5% untuk investasi atau ditabung.

Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Lakukan ini untuk tiap kali memperoleh pendapatan setelah dipotong pembayaran atau penyisihan pajak.

Ilustrasi, Historis tidak ada Jaminan ke Depan

Berikut  adalah ilustrasi jika gaji dari 500 ribu sampai 10 juta disishkan 5% nya ditabung dan ditempatkan dalam investasi yang menghasilkan hasil investasi 5% sampai 20% selama 5 sampai 30 tahun.

Pendapatan atau penghasilan atau gaji dalam rupiah sedangkan hasil investasi dalam jutaan. Background hijau menyatakan hasil terkecil dan terbesar untuk masing-masing jangka waktu.



Sebagai contoh untuk gaji 500.000 per bulan disisihkan 5% yaitu Rp. 25 ribu ditabung tiap bulan tanpa berhenti jika pun ditabung dengan bunga 5% per tahun atau sekitar 0,41% per bulan diperoleh hasil tabungan sebagai berikut :
  • Waktu 5 tahun diperoleh 1,7 juta
  • Waktu 10 tahun diperoleh 3,88juta
  • Waktu 20 tahun diperoleh 10,28 juta
  • Waktu 30 tahun diperoleh 20,81 juta.
Beberapa catatan atas ilustrasi di atas sebagai berikut :
  • Gaji 500 ribu per bulan sampai 10 juta, atau gaji sekitar UMR waktu tulisan ini dibuat Rp. 2,5 juta adalah angka yang realistis.
  • Penyisihan 5% dari gaji adalah mudah jika ada niat dan disiplin, meski jika dibesarkan lebih dari 5% sampai 10% atau bahkan 20% sampai 80% akan lebih baik.
  • Hasil investasi 5% selayaknya bunga hasil deposito atau obligasi negara setelah pajak adalah rasional pada saat tulisan ini dibuat. Sebaliknya hasil 10% sampai 20% adalah normal dan wajar untuk investasi yang lebih moderat atau agresif dimulai dari hasil investasi di reksa dana, investasi bisnis langsung, properti jual beli atau penyewaan,  atau investasi di pasar saham. Sebagai ilustrasi di pasar saham dalam jangka panjang 10 sampai 20 tahun historis bisa menghasilkan 15 - 20% per tahun. Untuk bentuk investasi dan pilihan harap dieprdalam lebih lanjut perihal produk, potensi hasil keuntungan dan risikonya.
  • Jangka waktu 5 sampai 30 tahun adalah realistis. Misalnyanya jika umur manusia secara rata-rata adalah 60 tahun, mau mulai investasi sejak umur 30 tahun atau 50 tahun pun tidak terlambat. Investasi sejak dini pra sekolah, sekolah atau  kuliah akan lebih baik karena akan makin memahami produk investasi, potensi hasil dan risikonya.
Selamat menabung mulai dari 5% saja ya.

Salam.

Sunday, August 17, 2014

Apa Saja Pertimbangan Sebelum Berinvestasi...


Apa investasi ?

Secara sederhana investasi adalah menempatkan sejumlah dana dalam suatu bentuk/instrumen berdasarkan alasan-alasan rasional yang dipertimbangkan dengan matang.

Dengan demikian dalam keputusan investasi mempertimbangkan tujuan, jangka waktu, tingkat risiko, kondisi keuangan dan pengetahuan yang berkaitan.

Investasi berseberangan dengan spekulasi. Spekulasi ada porsi/bagian besar yang besar dalam keputusannya yang mengandung gambling atau ketidakpastiannya baik dalam rasionalitas, pertimbangan, keamanan maupun hasil investasinya. Atau secara sederhana, spekulasi tidak dengan pertimbangan rasional yang matang.

Ada beberapa langkah/step yang perlu dipertimbangkan sebelum berinvestasi pada satu atau beberap bentuk/instrumen investasi. Langkah-langkah ini sering kali dilewati beberapa investor, padahal tiap langkahnya sangat penting.

Apa saja langkah sebelum berinvestasi itu ?

1. Tentukan Tujuan investasi !!

Secara garis besar ada 4 tipe tujuan investasi yaitu :
  1. Keamanan Dana Keamanan dana merupakan tujuan investasi yang mengharapkan dalam kurun waktu investasi yang ditentukan, sampai jatuh tempo investasi atau pencairan besarnya dana investasi awal tetap atau tidak berkurang. Untuk tujuan ini biasanya pertimbangan lebih banyak pada tetapnya prinsipal dan likuiditas/kemudahan pada saat pencairan.
  2. Keamanan Dana dan Pendapatan : Dalam tujuan investasi ini selain keamanaan diharapkan ada pendapatan atau pembagian hasil secara berkala (misalnya bulanan, tahunan) yang diterima atau dibagikan, mungkin saja pendapatan berkala ini tidak besar.
  3. Pendapatan dan Pertumbuhan : Tujuan investasi ini selain hasil investasi berkala yang diterima, dalam hal pokok investasinya ada pertumbuhan. Besarnya pokok investasi pada saat pencairan ada pertumbuhan atau lebih besar pokok (nilai investasi awal).
  4. Pertumbuhan : Tujuan investasi ini lebih mementingkan adanya pertumbuhan dalam pokok atau nilai investasi awal atau nilai prinsipalnya, keuntugnan yang diperoleh merupakan selisih antara hasil pencairan dan investasi awalnya.

2. Berapa lama Jangka waktu investasi ?

Jangka waktu yang rasional untuk investasi sangat bergantung pada bentuk instrumen investasi dan pertimbangan dari investor sendiri. Misalnya investasi pada deposito, pendapatan berkala yang diperoleh adalah bulanan, investasi pada saham bisa tahunan atau bahkan puluhan tahun, investasi obligasi antara 3 sampai 10 tahun dan lain sebagainya.

3. Berapa Tingkat risiko yang sanggup ditanggung ?

Investor yang memiliki dana dari hasil pensiun dan sudah memiliki umur, biasanya tujuan investasinya kombinasi dari keamananan dan pendapatan. Dengan demikian risiko yang sanggup ditanggung relatif rendah. Lain halnya dengan pegawai muda, ada yang berani untuk investasi pada intrumen yang menantang, investasi pada saham bisa menjadi pilihan.

Untuk mengelola risiko, biasanya penasehat keuangan memberikan rekomendasi alokasi investasi (porsi bentuk investasi dan dan presentasenya masing-masing) yang unik untuk tiap investor berdasarkan pertimbangan yg komprehensif.

4. Bagaimana Keadaan keuangan Anda ?

Keadaan keuangan salah satu pertimbangan yang penting. Untuk pegawai yang penghasilannya sebesar Rp. 1 juta per bulan, paling tidak investasi yang dapat dilakukan adalah investasi berkala atau investasi dari sebagian tabungannya. Mungkin untuk yang ini pilihan isntrumen investasinya terbatas karena nilai investasi cukup kecil, jadi yang paling real adalah deposito atau reksa dana dengan denominasi/pecahan yang kecil.

Untuk pengusaha yang pendapatannya cukupbesar mungkin dalam kisaran puluhan juta sampai ratusan juta, pilihan untuk investasinya cukup besar.

Jadi keadaan keungan cukup penting, selain dilihat dari profil pendapatannya, pola pengeluarannya juga sangat mempengaruhi untuk keputusan investasimya.

5. Pahami Pengetahuan untuk pengambilan keputusan investasi tersebut !!

Makin banyak pengetahuan yang dipunyai tentang segala hal tentang investasi makin berkurang risiko atas keputusan investasi. Dengan demikian pengetahuan faktor yang penting. Jika waktu investasi dalam waktu dekat merupakan pertimbangan yang penting, investor dapat menunjuk penasehat investasi atau manajer investasi untuk investasi tersebut. Penasehat investasi hanya memberikan rekomendasi investasi, manajer investasi dapat memberikan jasa rekomendasi termasuk pengelolaan dana investasi berdasarkan atas kontrak atau perintah tertulis dari investor.

Ada 2 hal pengetahuan yang perlu didalami investor yaitu :
a. Tentang investasi secara umum
b. Tentang produk yang akan dibeli

Jadi selalu pertimbangkan secara rasioanl dan matang sebelum berinvestasi, jika perlu tanyakan pada perencana keuangan, penasehat investasi atau manajer investasi agar lebih mantap dan komprehensif sebelum mengambil keputusan dalam berinvestasi.

Salam investasi

5 Tips Penting Meniti Kebebasan Finansial Sejak Kini

Kebebasan Finansial didambakan banyak pihak, secara sederhana sering diumpamakan, muda kaya mati masuk surga. Mudah mengatakan tetapi sulit untuk mewujudkannya. Untuk urusan surga bukan dalam kapasitas saya.  Dalam kesempatan singkat ini, saya mau sharing berdasarkan pengalaman yang lagi dijalankan, hasil berguru pada banyak pihak dan pemikiranku selama ini, ada 5 tips sederhana dalam meniti kebebasan finansial  sejak kini. 

Memang paling ideal start sejak mulai mendapatkan penghasilan. Tips ini sebaiknya dilaksanakan secara disiplin, penuh dedikasi dan terus belajar dari banyak pihak terus.

Kebebasan finansial yang dimaksud di sini sederhana yaitu tanpa bekerja passive income atau pendapatan dari inevstasi dapat untuk menghidupi kebutuhan hidup keluarga kecil (suami/istri dan anak-anak)  sampai punya mantu dan anak berdikari, serta hidup masa tua tercukupi tanpa tergantung orang lain.

Pertimbangan penting yaitu masa produktif atau menghasilkan pendapatan umumnya berkisar antara 25 sampai 30 tahun.  Anggapan mulai bekerja umur 20 tahun dan pensiun umur 55 atau 60 tahun. Dengan pola yang biasa yaitu pendapatan diperolah dari bekerja plus usaha sampingan. Harapannya tips ini tentunya masih tetap bekerja atau secara realistis bisa dijalankan. Startnya makin cepat makin baik, selain itu  selalu dikembangkan pengetahuan dan ditingkatkan kisaran persentasenga jika memungkinkan.

5 tips sederhana yang bisa dilakukan, yaitu :

1. pendidikan adalah investasi utama

Salah satu pengungkit yang paling powefull (berdaya guna) sampai kapanpun adalah pendidikan. Selain pendidikan usia dini, SD, SMP, SMA, sarjana strata satu sampai 3, pendidikan non formal seperti kursus, diklat, seminar dan sejenisnya sangat membantu dalam pengembangan pribadi dan karier. Semakin tinggi dan dalam tingkat pendidikan, banyak hal yang bisa dilakukan dalam memahami banyak hal dalam kehidupan termasuk dalam pencapaian kebebasan finansial lebih cepat dan bijaksana.

2. tingkatkan karier dan kompetensi

Peningkatan karier dan kompetensi tidak hanya pendidikan namun pengalaman dan sharing dengan yang lebih berpengalaman atau istilahnya yang bisa dijadikan guru. Semakin banyak berguru atau menimba ilmu dari berbagai kalangan dan pihak terutama yang berkaitan dengan karier banyak hal yang bisa didapat dan tentunya akan mempermudah dan meningkatkan kepercayaan diri dalam meniti karier menuju tingkat lebih tinggi lagi. Cara paling mudah adalah mencontek orang yagn telah berhasil dalam karier seperti akrier yang sedang dijalani.

3. 10% tabung

Menabung sejak awal sangat dianjurkan, karena dengan menabung dan hidup sederhana, membuat hidup lebih nyaman. Berdasarkan pengalaman banyak pihak  tidak punya tabungan dan atau punya tagihan hutang membuat hidup tidak nyaman. Kehidupan nyaman dan terencana akan membuat pribadi lebih mudah berkembang dan nyaman dalam meningkatkan karier, tentunya pencapaian kebebasan finansial akan lebih mudah jika hidup nyaman bukan ?

4. 5 sd 10% disumbangkan

Berbagi adalah panggilan hidup, memperoleh penghasilan dan berkah adalah berkat jalan dari Tuhan Yang Maha Esa dan tentunya langsung atau tidak langsung atas peran serta sesama baik yang diketahui maupun tidak. Berbagi dengan sesama yang tidak beruntung adalah panggilan.

5. belajar terus berinvestasi

Tabungan 10% maupun kelebihan atas penghasilan perlu diinvestasikan pada instrumen yang tepat, seperti deposito, reksa dana, saham, emas, tanah, bangunan, waralaba, dan lain sebagainya. Tentunya pengetahuan dan pengalaman berinvestasi yang tepat diperlukan agar tabungan bisa berkembang untuk mendukung perencanaan di masa depan, baik untuk beli rumah, kendaraan transprotasi, menikah, menyekolahkan anak atau bahkan membantu pada saat mantu.

5 Tips sederhana di atas cukup sederhana namun jika dilaksanakan dengan disiplin dan terus ditambah pengetahuan dan pengalaman terus akan sangat berguna dalam mencapai pensiun dini kaya, tua bahagia, mati masuk surga.

Bagaimana menurut Anda ?

Perlunya Rontgen Posisi dan Rencana Keuangan secara Berkala

Saya dahulu sangat buta akan pengelolaan keuangan. Awalnya yang saya tahu, belajar yang rajin, nanti bekerja dengan gaji tinggi. Langkah selanjutnya beli rumah, beli kendaraan dan menikah. Punya anak dan seterusnya seterusnya.
Dalam perjalanan waktu ternyata, hatiku tergerak masih banyak di sekitar  saya yang tidak bisa mewujdukan skenario idaman orang tua tersebut. Ada beberapa kondisi kenalan, saudara atau kerabat dalam memenuhi kebutuhan dan membelanjakan pendapatannya.  Ada 3 pola yang sering saya temui, yaitu :

  • Hidup Pas -pasan
Belum lagi soal kesulitan beljar, belum lagi biaya sekolah yang tak tergapai. Dengan  keterbatasan pendidikan yang digapai, pekerjaan yang diperoleh pun terbatas. Gaji yang diterima (kadang sekitar UMR=upah minimum regional) tidak bisa memnuhi kebutuhan dasar hidup apalagi yang diberikan makan tidak hanya dirinya sendiri. Orang tua yang sudah pensiun, adik-adik yang amsih sekolah dan belum lagi anggota keluarga lain. Jangankan rumah atau motor, untuk mencukupi kehidupan keluarga pun tidak mencukupi.


  • Hidup Penuh Hutang
Di sisi lain, ada seorang teman yang mempunyai pendidikan cukup baik dan berhasil meraih gelar sarjana dari pendidiakn tinggi yang ternama. Namun ternyata sebagai seorang karyawan, yang memperoleh pendapatan regular tiap akhir atau awal bulan, hitung-hitungannya tidak mencukupi. Memang untuk makan pribadi dan keluarga mencukupi, namun untuk kebutuhan baju, alat telekomunikasi, belum algi rumah dan motor membutuhkan bantuan pihak lain. Dalam jaman modern ini, bantuan yang biasanya tersedeia adalah bank yang memberikan kredit dalam banyak rupa. Bisa berbentuk kartu kredit, KTA (Kredit tanpa Agunan), KPR (Kredit Kepemilikan Rumah)


  • Ketidakpastian Pendapatan

Kebebasan dalam mengatur diri dan memperoleh pendapatan dilakukan dengan cara berwira usaha.  Namun demikian seperti statistik menyatakan 50% usaha tutup pada tahun pertama, dan dalam 5 tahun paling tinggi hanya 10% usaha yang masih bertahan, pejuang yang mulai berwirausaha mendapatkan pengalaman serupa. Ketika memulai usaha mendapatkan pengalaman dalam ketidak pastian usaha yang dijalankan, di lain pihak pendapatan yang diperoleh menajdi tidak pasti. Bukannya pendapatan yang diperoleh tetapi modal yang ditanamkan bisa tergerus bahkan hanyut dimakan waktu.

Dalam menjajalani hidup ini ketiga pola tersebut sungguh nyata sering ditemui. Satu yang  perlu dilakukan adalah secara berkala melakukan rontgen berkala atas kondisi keuangan pribadi. Selain mengetahui posisi keuangan saat ini, bisa merencanakan keuangan di masa depan. Apabila rontgen dilakukan secara berkala tentunya dapat dievaluias dan diperbaiki kondisi keuangan menjadi lebih baik.

Secara garis besar, dalam proses rontgen yang perlu diperoleh adalah informasi keuangan berikut :

  1. Dari mana saja sumber pendapatan tiap bulan/ tahunan ? Berapa besarnyabaik yang berkala dan perkiraannya pendaptan yang insidentil ? Secara garis besar pendapatan berasal dari active, massive dan passive income.

  2. Berapa pengeluaran dasar (basic) yang diperlukan seperti untuk makan, transportasi, komunikasi dan kebutuhan harian ?

  3. Pos mana saja yang diperlukan untuk tetap hidup sederhana, yaitu semacam penyederhanaan pengeluaran bekala ?

  4. Pos untuk bersenang-senang, berwisata dalam area domestik yang sederhana, menonton, tour  kuliner mencari makanan yang disukai atau menajlankan hobby yang pengeluarannya masih bisa dicukupi dari penghasilan selama ini ? Sebaiknya maksimal untuk pos ini 10% dari pendapatan yang diperoleh.

  5. Porsentasi untuk pos kegiatan sosial. Seperti halnya pemberian tangan kiri, tangan kanan tidak perlu tahu. Pos ini sebaiknya dimaksudkan hanya untuk memberi dan tidak perlu alasan atau penjelasan apapun perlu adanya pos ini, yang penting pos kegiatan sosial ini berguna buat penerima. Porsentase bisa bervariasi paling realistis antara 5 sampai 10% dans ebaiknya secara berkala tetap disisihkan, bukan disisakan.

  6. Bagaimana pengelolaan kredit atau hutang ?

  7. Bagaimana road map untuk mencapai finansial freedom, baik dalam tujuan dan prosesnya termasuk pengungkit yang dipergunakan ?

  8. Bagiamana tahapan dalam berinvestasi, pemahaman, pelaksanaan dan evaluasi untuk mencapai finansial freedom dalam waktu yang telah digariskan ? Mungkinakan bisa mencapai finansial freedom atau hanya memenuhi kebutuhan dasar saja ?

Demikian pentingnya rongten atau pemeriksaan kondisi dan rencana keuangan, supaya tidak menjadi salah satu dari 3 golongan pribadi di atas. Secara lebih sedikit detail berikut link-link tulisan saya yang bisa dibaca. Mudah-mudahan terbantu. Nantikan tulisan yang lebih rinci dan buku sebagai langkah pengalaman sederhana yang pernah dijalani.

Sukses buat Anda semua untuk menjadi pribadi yang bisa hidup bahagia di hati dan di sisi keuangan dalam mencapai misi kehidupan dan panggilan.

Semoga !!!

Rontgen Secara Berkala

Sumber Pendapatan : Active,  Massive Income dan Passive



Pengelolaan Pengeluaran



  • Sisihkan sebagian pendapatan untuk kegiatan sosial

  • Pengeluaran untuk liburan buat pribadi

  • Batasi penggunaan kartu kredit




  • Tujuan dan Proses Pengelolaan Keuangan



    Investasi






    5 Jenis Investasi Prospektif

    1391677705487107794

    Setelah menabung tentunya dana bisa di-investasikan atau istilahnya dikembangkan dalam instrumen investasi terpilih.  Secara umum penulis membagi aada 5 intrumen investasi yang prospektif yaitu : paper aset, properti, bisnis bersistem, bisnis start-up dan investasi hak cipta.
    Untuk pertimbangan sebelum investasi tersebut Adan sebaiknya mempertimbangkan beberapa hal berikut :

    1. Mendalami bahwa investasi ini ada keuntungan dan risikonya, disarankan lebih pada seberapa Anda berani ambil risiko seandainya ada kejadian terburuk.

    2. Horison jangka waktu Anda berinvestasi, jangka menengah atau panjang, disarankan untuk investasi jangka panjang 5 tahun ke atas, lebih baik lagi pengetahuan dan kemampuan investasi diturunkan ke anak dan cucu sehingga di masa depan bisa hidup sejahtera.

    3. Seberapa waktu, tenaga dan pembelajaran yang ingin Anda sisihkan. Sebaiknya menggunakan pola ATM (Amati dari Guru yang sudah terbukti, Tiru polanya yang sudah terbukti untuk kurun waktu tertentu,Modifikasi strategi dan pelajaran berharga sehingga Anda akan lebih baik).

    4. Pelajaran berkesinambungan atas pilihan salahs atu investasi, baik melalui buku, seminar, interview atau langsung learning by doing sehingga Anda makin menjadi berpengalaman, berpengetahuan dan makin bijak.

    5. Berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang investasi kepada orang terdekat, bahwa salah satu kunci untuk kesejahteraan adalah kemampuan dan pengalaman dalam berinvestasi.



    paper aset


    Investasi di paper aset adalah menanamkan dana pada instrumen yang kita bisa dapatkan bukti tertulis berupa sertifikat, bukti kepemilikan atau catatan paper less (tanpa warkat) atas kepemilikan aset tersebut. Beberapa yang masuk kelompok ini diantaranya deposito, reksa dana, saham, dan turunannya.
    Sebaiknya untuk mulai berinvestasi Anda mengenal lebih dekat atas bentuk2 investasi ini dari pakar atau yang berpengalaman dan berpengetahuan belajar setahap demi setahap.
    Hasil investasinya untuk jangka panjang bervariasi, sebagai ilustrasi  deposito bisa berkisar 2 - 9% per tahun sebelum pajak 20%, reksa dana bisa 5 - 20%  per tahun, saham  10 - 25% per tahun. Disarankan untuk investasi jangka panjang 5 tahun atau lebih panjang lagi.

    properti


    Tanah tidak diciptakan lebih, dengan demikian investasi di tanah, rumah, pertokoan  dan sejenisnya sungguh berharga. Anda bisa membeli tanah, rumah, pertokoan untuk disewakan atau di-kost-kan. Selain kenaikan harga (capital gain) tiap bulan/tahun Anda bisa mendapatkan pendapatan.
    Hasil investasinya ebrvariasi bisa 10 - 30% per tahun. Memang investasi di properti butuh dana lebih besar, namun demikian Anda kan bisa mulai dari 1 - 2 pintu dan di daerah atau kota setelit. Demikain juga bisa melalui dana pinjaman di Bank. Jika mulai investasi tentu ada jalan untuk bisa berjalan.

    bisnis bersistem


    Bisnis bersistem ada 2 yaitu waralaba dan MLM. Meski ini pro kontra sebenarnya jiak ditekuni dan diseriusi hasilnya cukup lumayan. Sebagai diversifikasi untuk investasi kenapa tidak ?
    MLM butuh usaha yang serius paling tidak 3 - 5 tahun untuk mengembangkan jaringan, lebih banyak disini membuat sistem, namun jika sudah berkembang MLM bisa sebagai cash cow (sumber pendapatan). Alias bersusah-sah dahulu bersenang-senang kemudaina.
    Waralaba pilih yang sistemnya untuk jangka waktu lama tetap ebrtahan sehingga untuk beli waralaba bisa investasi jangka panjang.  Jika Anda kreatif kenapa tidak menciptakan master waralaba.

    bisnis start-up


    Bisnis ini adalah cukup prospektif jika Anda punya keberanian menjadi awal alias blue ocean untuk menciptakan satu segmen produk atau jasa baru yang bisa jadi ternd setter di masa depan. Pisang ijo, kebab, media sosial (twitter, facebook dll), travel, internet marketing, dan lain-lain merupakan bisnis start-up (diciptakan orang muda/berumur ) ayng kemudian menajdi trend setter. Sehubungan dimulai lebih dulu tentu bisa mempimpin dalam market share seberapapun kecilnya segmen pasarnya.

    investasi hak cipta


    Sungguh jadi idaman banyak orang diam namun mempunyai pendapatan. Penulis buku, penulis ebook, pencipta jasa atau produk, penulis cerita, penulis algu adalah beberapa profesi yang bisa menjadikan investasi di hak cipta ini menjadi warisan buat anak cucu.

    5 Investasi  prospektif di atas adalah sarana untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga Anda di masa depan yaitu : paper aset, properti, bisnis bersistem, bisnis start-up dan investasi hak cipta.

    Coba Anda pikirkan jika Anda memulai dari saat ini.

    Bisnis Jaringan (MLM) yang Prospektif

    Ada banyak suara miring tentang bisnis jaringan MLM di Indonesia. Misalnya bisnis ini untuk pengangguran, tidak ada pekerjaan, lebih banyak gagalnya dan buang waktu. Belum lagi bisnis money game dan atau sistem ponzi yang bukannya keuntungann tetapi buntung yang diperoleh.

    Secara umum dengan mendalami secara benar, wawasan luas, bijak, tekun dan bekerja keras, bisnis jaringan MLM merupakan bisnis yang prospektif. Kenapa ? Berikut beberapa alasan diantaranya :

    1. Modal dan risiko mininal

    2. Ekspansi kuas, peluang  dan Potensi Pendapatan Tidak Terbatas

    3. Waktu bekerja bebas

    4. Tidak membutuhkan pendidikan, pengalamanan dan pengetahuan awal aapapun

    5. Sistem Pendukung Bisnis MLM yang baik dapat memberikan kesempatan anggotanya bisa berhasil.

    Lebih yakin lagi bahwa ada beberapa hasil survey yang menunjukkan beberapa informasi berikut diantaranya :

    • fakta sekitar 18% orang terkaya di AS berasal dari bisnis jaringan MLM.

    • Ada kuliah khusus bahkan jurusan dan tingkat master yang mengkhususkan pada bisnis jaringan.

    • 10 Porfesi termahal salahs atunya adalah profesi bisnis jaringan (MLM).

    Namun demikian untuk mengetahui suatu bisnis jaringan adalah tepat untuk anda tekuni sebagai salah satu profesi atau panggilan hidup Anda diantaranya yaitu :

    1. Produknya bisa menjual dengan sendirinya, alias kualitas produk,  dibutuhkan konsumen dan mempunyai harga yang bersesuaian. Bahkan jika diperlukan merupakan produk kualitas premium, memang dibutuhkan  atau bukan produk substitusi yang bisa digantikan dengan sembarangan produk lainnya.

    2. Perusahaan dan Sistem Pendukung Bisnis untuk pengembangan jaringan, sudah mempunyai pengalaman, track record dan bisa dipercaya untuk mengentaskan anggotanya (member/dsitributor)  untuk mencapai tingkat tak terbatas dengan kondisi saling menguntungkan dan saling mendukung. Hal ini bisa dilihat dari pendapatan yang bertumbuh dan berkesinambungan, loyalitas sebagian besar distributor yang sukses, dan kondisi kekeluargaan dan persaudaraan yang bisa dilihat dalam kehidupan antar individunya.

    3. Business Plan adil, dalam arti memang ini murni bisnis jaringan dan bukan money game atau ponzi.  Money game atau ponzi salah satu atau beberapa cirinya yaitu :




      • Anggota bisa mendaftar lebih dari sekali

      • Tidak ada produk atau jasa yang ditawarkan yang ada mengumpulkan uang

      • Jumlah hasil yang diperoleh (komisi/pendapatan) tidak rasional misalnya bisa lebih besar dari porsi marketing atau biaya produk / jasa atau hanya berdasarkan jumlah rekuritmen/ sponsorisasi saja.

      • Bentuknya binari, triangel dan dibatasi dalam kontens pembangunan jaringan.

      • Dalam  1 tahun - 5 tahun bisnis jaringan tersebut meledak dan kemudian mengempes atau beberapa personal di awalnya justru ditagih, diadili atau kaya dari praktek yang tidak adil.

    Menurut Robert Kiyosaki berikut 8 Keuntungan daripada Bisnis Jaringan pada Abad 21 seperti ditulis dalam bukunya yaitu :

    1. Pendidikan Bisnis

    2. Pengembangan Pribadi

    3. Bersama dengan orang yang berhasil

    4. Pembangunan Jaringan

    5. Duplikasi Bisnis

    6. Mekanisme untuk menciptakan Kekayaan

    7. Belajar Kepemimpinan

    8. Pelajaran Nyata pencapaian Mimpi Besar.



    Untuk lebih detailnya silahkan baca bukunya ya. Demikian sharing sedikit dari catatan pribadi tentang bisnis jaringan MLM. Semoga bermanfaat, Salam.

    Punya Tabungan, Income Aktif dan Income Pasif

    Hidup ini penuh dengan pengeluaran dan biaya yang tiap bulan, tahun atau waktu khusus perlu dikeluarkan. Ada kebutuhan dan keinginan. Sebaiknya kebutuhan yang memang diperlukan sebagai kebutuhan pokok perlu di jaga tetap terpenuhi. Perihal keinginan tetap dijaga jangan terlalu membebani sehingga tidak punya tabungan.

    Secara umum pendapatan ada 2 aktif dan pasif. Pendapatan aktif dimaksudkan ada kerja dan waktu yang disisihkan ada pendapatan. Bekerja sebagai pegawai, usaha buka toko, sebagai profesi. Sedangkan pendapatan pasif, tanpa perelu usaha banyak tetapi hasil bisa diperoleh. Pendapatan pasif diantaranya dari deposito, reksa dana, saham, properti yang disewakan,  bagian komisi hak cipta dan lain-lain.

    Ada 3 hal yang perlu sejak Dini dan Berkala yaitu : tabungan, pendapatan aktif dan pendapatan pasif.Tabungan untuk berjaga-jaga jika diperlukan untuk kebutuhan yang besar dan mendadak. Pendapatan aktif sebelum memperoleh sejumlah tertentu pendapatan pasif perlu bekerja dan berusaha lebih dahulu. Sedangkan pendapatan pasif merupakan tujuan jangka panjang.

    Jika sudah berumur dan tidak bisa produktif lagi, kehidupan bisa ditopang dari pendapatan pasif yaitu spt deposito, reksa dana, saham, properti yang disewakan, komisi hak cipta , bisnis waralaba, komisi bisnis jaringan (MLM) dan sejenisnya.

    Perencanaan secara Dini dan Berkala sejak jauh-jauh hari akan meningkatkan kesejahteraan pribadi dan keluarga Anda. Pengetahuan, pendidikan dan pengalaman sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan ini.

    Selamat berdiskusi tentang topik ini. Salam.

    Menabung di Deposito Bank Progam LPS

    Deposito adalah tabungan yang paling mudah dan dikenal masyarakat luas Indonesia. Ini adalah bentuk tabungan yang menempatkan dana di bank tertentu. Besaran minimal ada yang minimal 1 juta ada yang 10 juta, rata-rata minimal penempatan adalah 8 - 10 juta.

    Indonesia mempunyai LPS (Lembaga Penjamin Simpanan), yang menjamin tabungan dan deposito di bank-bank di Indonesia yang mengikuti program LPS, batas yangdijamin per individu adalah 2 miliar di bank tersebut dan bunga yang diberikan tidak melebih bunga LPS. Saat ditulis bunga LPS maksimal untuk bank umum adalah 7,50% dan informasi up-date dapat dilihat di http://www.lps.go.id/.

    Makin besar simpanan, bunga deposito akan makin besar, misalnya untuk simpanan Rp. 10 juta dapat 5%, maka sebenarnya tiap tahun bunga yang diperoleh adalah sebesar Rp. 10 juta x 5% x ( 1- 20% pajak) = Rp. 400 ribu. Sehubungan jangka waktu simpanan deposito bisa 1 bulanan, 3 bulanan, 6 bulanan dan 12 bulanan maka untuk jangka waktu 1 bulan bunganya sebesar : Rp. 10 juta x 5% x ( 1- 20% pajak) x 30 hari / 365 hari setahun = Rp. 32.876. Untuk faktor terakhir ada bebeapa versi bisa jumlah hari / 365 hari atau jumlah hari / 360 hari tergantung bank-nya.

    Bentuk tabungan ada juga yang ARO (Automatic Roll Over) alias secara otomatis di perpanjang (roll over). Pencairan deposito biasanya hanya bisa dicairkan pada saat jatuh tempo, namun ada beberapa bank yang mau breakable (dapat dicairkan sewaktu-waktu), dalam arti dicairkan sewaktu-waktu dapat dilakukan dan bunganya akan ditentukan sesuai tarif bank tanpa kena penalti. Namun demikian umumnya deposito yang dicairkan sebelum jatuh tempo kena penalti.

    Bunga deposito bisa di kapitalisasi (ditambahkan ke pokok) atau langsung masuk rekening dan pokoknya tetap.

    Anda sudah cukup familiar dengan deposito ini, daripada di tabungan biasa lebih baik untuk dana yang untuk jangka waktu 1 bulan atau lebih ditempatkan di-deposito. Anda tentu sudah mulai mengenal istilah dalam deposito seperti bunga, pokok, LPS, ARO, kapitalisasi, breakable, pinalti.

    Selamat menabung di tabungan dan deposito bank. Silahkan pilih bank yang mengikuti program LPS.

    Salam

    Keajaiban Dunia ke-8: Coumpounded Interest (Bunga ber Bunga)

    Albert Einstein menyatakan "compound interest "the greatest mathematical discovery of all time" (bunga berbunga merupakan penemuan di bidang matematika sampai saat ini) dan  “Compound interest is the eighth wonder of the world. He who understands it, earns it ... he who doesn't ... pays it.” (Bunga berbunga adalah keaijaiban dunia ke-8, Siapa yang memahaminya akan memperolehnya (mendapatkan kemakmuran)...yang tidak akan membayarnya (miskin)...".
    Persamaan sederhananya sbb :


    13920086351989526519

    n dalam bulan, FV = future value = nilai mendatang, PV = Present Value = Nilai saat ini, i = interest = bunga per tahun.
    Nilai mendatang merupakan nilai saat ini yang berkembang dengan bunga per tahun i akan lebih besar dan makin meningkat.

    Coumpunded Interest (Bunga Berbunga )
    Jika sebesar Rp. 500.000 di-investasikan atau ditabung selama 5 tahun dengan hasil inevstasi (bunga) sebesar 6% per tahun datanya sebagai berikut :
    1392009027732714121
    hasil investasinya dengan rumus di atas FV = 500.000 ( 1 + 6%/12) ^ (12 x 5) menjadi sbb :
    1392009133222935569
    Grafik hubungan FV dan bunga dapat digambarkan sbb :
    139200926464103655
    Hubungan FV dengan jangka waktu sbb :
    13920093421656493871
    dapat dilihat di atas, makin besar bunga (tingkat investasinya) nilai investasi dalam waktu tertentu makin besar. Demikian juga makin lama investasinya makin besar hasil nilai investasinya.
    Mari kita bandingkan 2 orang Pam dan Sam (dlm dolar bunga per tahun FV = PV ( 1 + i ) ^ t ), Pam investasi pada umur 25 tahun sebesar 15.000 USD (15 juta dg nilai tukar RP. 10.000 per USD) dan Sam sejumlah sama pada umur 35 tahun. Pada saat umur 50 tahun Pam mempunyai 57.200,89  (Rp. 57 juta) USD sedangkan Sam 33.487,15 USD (Rp. 33 juta), lebih besar Rp 24 juta atau 70%nya.

    13920101511608604613
    Mari bandingkan pada saat keduanya berumur 60 tahun Pam memiliki 97.707 USD ( Rp. 97,7 juta) memiliki 57.200 USD (Rp. 57,2 juta)  atau lebih besar Rp. 40,5 juta 70% lebih tinggi.
    1392010435468056839
    Dari pelajaran coumpounded interest (bunga ber bunga) sebagai keajaiban dunia ke - 8 menurut Albert Einstein ini kita belajar bahwa, perlunya untuk menabung atau investasi dengan hasil investasi jangka panjang yang optimal (lebih besar), jumlah investasi yang besar, jangka waktu yang lebih lama serta mulai investasi sejak dini. Kalau belum investasi ya sejak saat ini.
    Selamat berfikir dan mempertimbangkan. Salam,
    Sumber : wikipedia , wolfrang alpha, investopedia.