Showing posts with label financial freedom. Show all posts
Showing posts with label financial freedom. Show all posts

Sunday, August 17, 2014

Massive Income


Jangan kaget judul di atas tidak saling nyambung dengan gambar rumah. Anda bisa bayangkan harga 1 rumah sangat sederhana saja saat ini sudah mahal. Terlebih satu Mall perbelanjaan.

Satu kesempatan saya menghadiri seminar yang menghadirkan guru investasi yang telah berhasil menguasai 1 mall perbelanjaan hanya dengan 1 dollar saja. Aneh tetapi nyata. Ini bukan suatu kemustahilan buat orang yang mau belajar dan berguru ke orang-orang terbaik di dunia. Bahkan di Indonesia ada guru anak bangsa Indonesia yang sudah bisa membuktikan dapat membeli rumah tanpa kredit alias tunai.

Saya hanya coba menggambarkan bahwa massive income bukan suatu keniscayaan bisa Anda capai. Sekarang banyak guru yang kita bisa belajar baik via media internet, buku, seminar atau bagi-bagi pengalaman mereka.

Massive income adalah pendapatan yang sangat besar paling tidak lebih besar berkali-kali lipat (minimal lebih dari 1) dari pendapatan bulanan Anda. Apakah Anda pernah menjual suatu produk ? Apakah Anda pernah mendapatkan komisi karena menjualkan suatu barang ?

Nah jika yang dijual bernilai besar atau yang dijual dalam volume besar (misalnya 1000 kali atau 1 juta kali), Anda akan bisa menghitung pendapatan yang akan Anda terima.

Jika Anda cukup teliti, apik dan smart dalam memperhatikan hal kecil, jika bisa mendapatkan penghasilan dari Rp. 1 saja, Anda bisa mendapatkan massive income.

Selamat mencoba

7 Kebutuhan Pokok dan Pemenuhannya


Pelajaran di SD dahulu menyatakan ada 3 kebutuhan pokok manusia yaitu pangan, sandang dan papan. Saat ini rasanya kebutuhan pokok manusia ada 7 macam yaitu ditambah komunikasi, transportasi, pendidikan dan aktualisasi.


Bagaimana kebutuhan itu dipenuhi, mari kita saling sharing?

Pangan

Pangan atau kebutuhan makan adalah hal yang suka tidak suka, mau tidak mau harus dipenuhi karena jika tidak akan menyebabkan sakit atau bahkan bisa meninggal. Kebutuhan pangan berkisar antara Rp. 15.000 sampai RP. 75.000 per hari per orang. (Rp. 450.000 sampai Rp. 2.250.000 per bulan per orang.)

Ada berbagai macam cara untuk menghemat atau menikmati makan dengan budget pas-pas atau kurang, diantaranya :
  • Menurunkan atau subtitusi (penggantian) menu makan

  • Mengurangi frekuensi makan dari semula 3 kali sehari menjadi 2 kali sehari.

  • Mencari tempat makan yang lebih murah

  • dan lain-lain
Untuk mendapatkan pangan saat ini mulai menjadi gaya hidup atau life style. Sehubungan ada jenis makanan yang beragam di antara daerah dan unik per restoran/rumah makan, wisata kuliner digali sebagai salah satu nilai jual untuk bidang wisata baik untuk wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara. Anda tentu meneteskan liur jika disebutkan makanan berikut : siomay, baso, ruja bebek, nasi goreng gila, gudeg, sate padang, sate madura, soto betawi, konro, soto banjar, bakpia, dan lain sebagainya. Life style dengan wisata kuliner tetap menjadi trendsetter saat ini dan di masa yang akan datang.

Sandang

Sandang mulai muncul sejak peradaban ada. Awalnya sandang merupakan penutup badan untuk mengatasi, angin, hujan, kesopanan dan kesehatan. Kebutuhan akan sandang bervariasi tergantung tingkat sosial dan taste masing-masing orang. Ada yang 1 tahun pun sama sekali tidak membeli baju baru, ada yang tiap tampil membeli baju baru atau secara berkala membeli baju. Secara umum kebutuhan baju berkisar Rp. 200.000 sampai Rp. 2.000.000 per tahun atau sekitar Rp. 20.000 sampai Rp. 200.000 per bulan.

Ada cara-cara tertentu untuk menghemat pembelian sandang, diantaranya :
  • Menjahitkan baju sehingga biaya lebih hemat

  • Mengurangi frekuensi pembeliaan sandang ataupun beli jika sangat dibutuhkan

  • Menurunkan kualitas sandang yang dibeli, sehubungan produsen sudah mempunyai segmentasi masing-masing

  • dan lain-lain

Seperti halnya pangan, sandang untuk golongan menengah ke atas sudah menjadi gaya hidup. Tiap orang mempunyai style atau gaya berpakaian tertentu tergantung kedalaman pemahaman akan gaya berpakaian, budget untuk sandang, dan aliran/pandangan tentang berpakaian.

Papan

Papan adalah tempat berteduh dari panas, hujan dan dahulu dari hewan liar. Saat ini papan lebih banyak untuk berteduh, bercengkerama dengan keluarga, istirahat dan investasi dalam aset tetap. Untuk pekerja pengeluaran untuk papan baik menyewa ataupun cicilan perumahan berkisar antara Rp. 300.000 sampai Rp. 3.000.000 per bulan.

Ada cara-cara tertentu dan pertimbangan rasional dalam menghemat pembelian papan sehingga keputusan untuk membeli adalah tepat, diantaranya :
  • Hitung dengan cermat antara pilihan menyewa dan mencicil rumah yang memperhitungkan ongkos transportasi dan tingkat ke-cape-an

  • Pilihan terbaik sebenarnya sejak saat ini atau sejak awal memiliki rumah, meski harus mencicil. Sewa adalah pos pada biaya yang tidak akan kembali, mencicil rumah adalah bentuk investasi pada aset. Statistik menunjukkan hampir tidak pernah di Indonesia harga tanah/rumah turun, sehingga investasi pada rumah pakan cepat makin baik.

  • Tidak ada diciptakan tanah baru, tetapi populasi manusia semakin bertambah dengan demikian harga tanah atau rumah cenderung tetap naik.

  • Setelah kecukupan pangan dan sandang secara sederhana tahap berikut sebaiknya membeli papan/rumah dibandingkan dengan alat transportasi. Pembelian alat transportasi cukup ekonomis jika biaya perjalanan harian/bulanan dengan kendaraan umum lebih tinggi dari cicilan motor/mobil.

  • Meski kemampuan dimulai dari luas tanah yang kecil, namun memang  lebih baik dimulai beli rumah sejak awal sekali.

Perihal papan saat ini belum merupakan suatu gaya hidup untuk kebanyakan orang, sedangkan untuk golongan menengah ke atas, papan bisa menjadi suatu gaya hidup atau alternatif dari investasi.

Bagaimana perencanaan Anda dalam memiliki rumah ? Atau buat Anda rumah sudah sebagai alternatif investasi ?

Komunikasi

Anda tentu ada yang sudah membaca bahwa ada 3 era penting dalam sejarah kehidupan manusia, yaitu era pertanian/sumber daya alam, era industri dan era informasi.  Nah saat ini diyakini kita sedang menjalani era informasi. Komunikasi antar pribadi dan aksesbilitas pada sumber informasi menjadi sangat penting. Kecepatan, keakuratan, on line tiap waktu dan tempat serta biaya murah merupakan pertimbangan dalam menggunakan alat komunikasi. Bentuk alat komunikasi bisa bermacam-macam seperti internet, hot spot/wifi, smartphone/hand phone, laptop (note book/netbook), pc dan lain sebagainya. Semua alat tersebut makin mendekatkan manusia dengan sesamanya dan sumber informasi. Google, yahoo, atau MSN/Bing menjadi perusahan besar dan meng-global sehubungan kemampuannya yang canggih dalam mendekatkan manusia dengan sumber-sumber informasi salah satunya melalui aksesbilitas ke content dan search engine/ mesin pencari.

Pengeluaran bulanan untuk komunikasi bervariasi paling tidak antara kisaran Rp. 30.000 sampai Rp. 300.000 per bulan. Saat ini hampir tiap individu mempunyai paling tidak 1 handphone dengan pengeluaran sejumlah angka tersebut.

Untuk menghemat media komunikasi ada beberapa jalan yang ditempuh, diantaranya :
  • Komunikasi melalui sms lebih murah, tergantung operator, tarifnya bervariasi diantaranya ada Rp. 100 per sms atau Rp. 1 per karakter.

  • Langganan bulanan atau harian untuk per fasilitas misalnya messenger/chatting, facebook, twitter dll

  • Telpon atau sms dengan lawan bicara dalam area satu operator sehingga lebih murah

  • Menggunakan fasilitas kantor untuk telpon/berinternet ria (tidak disarankan)

  • dan cara lain
Komunikasi juga sudah merupakan gaya hidup, ada berbagai macam cara untuk komunikasi diantaranya chatting, browsing, sms, telpon, social networking (facebook, friendster dll), microblogging (twitter, plurk dll), blogging (blogger, blogdetik dll).

Transportasi

Sudah menjadi suatu kebiasaan ke sekolah, ke kantor atau mengunjungi kerabat harus melakukan perjalan dengan alat transportasi. Ada berbagai macam moda transportasi diantaranya angkot, bus kota, busway, becak, ojek, bajaj, mobil, motor dan kereta api. Pilihan atas moda sepenuhnya didasarkan pertimbangan masing-amsing pribadi entah karena alasan kemudahan, murah, atau alasan lainnya. Perkiraan ongkos transportasi untuk masing-masing pribadi selama 1 bulan berkisar anatara Rp. 100.000 sampai Rp. 3.000.000 per bulan.
Ada berbagai cara pemilihan moda transportasi dan cara untuk menghemat diantaranya :
  • Biaya yang seharusnya naik kendaraan umum dipakai untuk cicil motor

  • Numpang motor atau mobil teman, misalnya saja modal helm

  • Mengurangi frekuensi bepergian

  • Cari temapt berdekatan dengan sekolah, kampus atau tempat kerja

  • dan cara lainnya

Komuniatas adalah bentuk dari kumpulan individu dengan moda transportasi tertentu misalnya ada komunitas nebeng, komunitas pencinta kereta api, ada BTW (bicycle to work), mega pro club, dan komunitas lain-lain.

Pendidikan

Ada kontras yang sering saya dengar jika ketemu kerabat. Yang satu menanyakan sekolahnya sekarang di mana atau lulusan  mana, sedangkan yang satu menanyakan pacarnya mana ? Keduanya bikin saya tersenyum-senyum saja.

Hanya saja di benak saya selalu terngiang petuah dari ibu bahwa gapailah cita-citamu setinggi langit. Kuncinya tentu pendidikan. Untuk kelaurga sederhana seperti back ground keluarga besar saya, pendidikan adalah solusi untuk hidup lebih baik lagi di masa kini dan nanti. Perjuangannya memang panjang dan lama namun pendidikan membuat kita lebih bijaksana, lebih beradab dan lebih matang. Pada masa pendidikan SD/SMP/SMA/PT biaya pendidikan per bulan bervariasi dari gratis sampai bisa Rp. 2.000.000 per bulan.
Ada berbagai cara untuk mendapatkan pendidikan gratis atau lebih ringan dengan kualitas terbaik, diantaranya :
  • Sejak SD mempunyai prestasi sehingga akses untuk beasiswa lebih mudah, SD/SMP/SMA paling tidak mempunyai nilai 7,5 , waktu kuliah paling tidak IPnya 3.

  • Sekolah atau universitas pilih tempat yang paling berkualitas, ada usaha dengan belajar cerdas tentu akan ada jalan.

  • Capailah prestasi setinggi mungkin jika perlu ikuti kontes sesuai bakat dan kemampuan untuk menambah bobot pendidikan

  • Cari mentor atau guru yang memang diakui mumpuni

  • dan lain cara.

Biaya pendidikan memang mahal tidak saja dari sisi biaya finansial tetapi juga usaha dari hari ke hari, namun pengorbanan yang panjang tersebut tentu akan ada buah manisnya kemudian. Salah satunya yang sudah terbukti pada keluarga saya.

Aktualisasi

Dalam urutan kebutuhan aktualisasi merupakan yang paling tinggi. Saya pribadi mendefiniskan aktualisasi merupakan implementasi atau berbagi atas bakat yang diberikan dan telah didalami dengan benyak ilmu dan pengalaman. Ada berbagai macam cara untuk aktualisasi tergantung masing-masing pribadi. Untuk aktualisasi biasanya tidak keluar biaya justru bisa menghasilkan pendapatan. Misalnya yang suka menulis seperti saya menulis banyak hal dalam blog seperti saat ini. Awalnya memang mengeluarkan biaya untuk akses ke internet tetapi lama kelamaan saya percaya akan ada kebahagiaan karena telah berbagi, kalaupun ada pendapatan merupakan bonus dan bukan tujuan utama.

Apa aktualisasi dari Anda secara pribadi ?

Penutup

Tulisan di atas merupakan rangkuman kebutuhan dalam tiap pribadi/keluarga. Secara garis besar bisa merupakan biaya per bulannya Rp. 900.000 sampai Rp. 12.550.000. Besarnya biaya merupakan kemampuan pengelolaan masing-masing pribadi atau keluarga. Makanya suatu kewajaran pendapatan dalam satu keluarga sebesar kurang lebih UMR (Upah Minimum Regional) sebesar Rp.900.000 adalah batas paling bawah untuk memenuhi kebutuhan yang  sangat sederhana untuk satu keluarga.

Pesan yang ingin saya sampaikan dalam tulisan ini adalah selain perlunya pengelolaan biaya pribadi/keluarga dengan sebaik-baiknya sehingga pendapatan keluarga dapat digunaka dengan bijak, juga pengetahuan tentang kebutuhan pokok ini meruapakan suatu peluang bahwa yang menjadi kebutuhan banyak pihak/individu merupakan peluang untuk mendapatkan pendapatan.

Hampir semua penduduk membutuhkan atau berusaha memenuhi 7 kebutuhan pokok tersebut. Bisnis akan berumur sangat lama jika berkisar pada 7 kebutuhan pokok saat ini tersebut.

Peluang usaha atau kerja yang berkaitan dengan 7 kebutuahn pokok tersebut diantaranya :
  1. Jualan makanan, warung, waralaba makanan

  2. Produksi satu jenis makanan yang unik, misalnya oleh-oleh suatu daerah atau makanan yang sangat disukai

  3. Jual baju atau produksi baju

  4. Broker jual beli rumah atau tanah

  5. Developer atau pembangun perumahan

  6. Jualan pulsa, jualan handphone

  7. Kreatif produksi Content Internet atau handphone

  8. Kredit taxi dan dijalankan orang lain

  9. Bisnis travel

  10. Sales motor atau mobil

  11. Guru sekolah atau guru private atau guru bimbingan belajar

  12. Usaha yang unik sesuai hobi misalnya sewa alat DJ, sewa alat fotografi dlsb
dan ribuan peluang lainnya yang didasarkan 7 kebutuhan pokok tersebut. Market atau pasar selalu ada tinggal ketekunan dan keuletan untuk terjun sebagai pengusaha atau pegawai di bidang 7 kebutuhan pokok tersebut.

Bagaimana menurut Anda ?

Salam


Keajaiban Dunia ke-8: Coumpounded Interest (Bunga ber Bunga)

Albert Einstein menyatakan "compound interest "the greatest mathematical discovery of all time" (bunga berbunga merupakan penemuan di bidang matematika sampai saat ini) dan  “Compound interest is the eighth wonder of the world. He who understands it, earns it ... he who doesn't ... pays it.” (Bunga berbunga adalah keaijaiban dunia ke-8, Siapa yang memahaminya akan memperolehnya (mendapatkan kemakmuran)...yang tidak akan membayarnya (miskin)...".
Persamaan sederhananya sbb :


13920086351989526519

n dalam bulan, FV = future value = nilai mendatang, PV = Present Value = Nilai saat ini, i = interest = bunga per tahun.
Nilai mendatang merupakan nilai saat ini yang berkembang dengan bunga per tahun i akan lebih besar dan makin meningkat.

Coumpunded Interest (Bunga Berbunga )
Jika sebesar Rp. 500.000 di-investasikan atau ditabung selama 5 tahun dengan hasil inevstasi (bunga) sebesar 6% per tahun datanya sebagai berikut :
1392009027732714121
hasil investasinya dengan rumus di atas FV = 500.000 ( 1 + 6%/12) ^ (12 x 5) menjadi sbb :
1392009133222935569
Grafik hubungan FV dan bunga dapat digambarkan sbb :
139200926464103655
Hubungan FV dengan jangka waktu sbb :
13920093421656493871
dapat dilihat di atas, makin besar bunga (tingkat investasinya) nilai investasi dalam waktu tertentu makin besar. Demikian juga makin lama investasinya makin besar hasil nilai investasinya.
Mari kita bandingkan 2 orang Pam dan Sam (dlm dolar bunga per tahun FV = PV ( 1 + i ) ^ t ), Pam investasi pada umur 25 tahun sebesar 15.000 USD (15 juta dg nilai tukar RP. 10.000 per USD) dan Sam sejumlah sama pada umur 35 tahun. Pada saat umur 50 tahun Pam mempunyai 57.200,89  (Rp. 57 juta) USD sedangkan Sam 33.487,15 USD (Rp. 33 juta), lebih besar Rp 24 juta atau 70%nya.

13920101511608604613
Mari bandingkan pada saat keduanya berumur 60 tahun Pam memiliki 97.707 USD ( Rp. 97,7 juta) memiliki 57.200 USD (Rp. 57,2 juta)  atau lebih besar Rp. 40,5 juta 70% lebih tinggi.
1392010435468056839
Dari pelajaran coumpounded interest (bunga ber bunga) sebagai keajaiban dunia ke - 8 menurut Albert Einstein ini kita belajar bahwa, perlunya untuk menabung atau investasi dengan hasil investasi jangka panjang yang optimal (lebih besar), jumlah investasi yang besar, jangka waktu yang lebih lama serta mulai investasi sejak dini. Kalau belum investasi ya sejak saat ini.
Selamat berfikir dan mempertimbangkan. Salam,
Sumber : wikipedia , wolfrang alpha, investopedia.

Sunday, January 6, 2013

Mau pensiun dini ?

Allo Rekan-rekan, kesehatan merupakan kebutuhan sangat penting yang perlu diperhatikan. Nah ini ada produk nutrisi yang membantu untuk sehat.



Ternyata selain sehat Anda bisa mendapatkan kesehatan finansial.


Selain itu Anda akan mendapatkan manfaat luar biasa tentang pendidikan dan mempunyai keluarga besr baru di sini.


Tunggu kapan lagi, ayo bergabung untuk mengajak rekan-rekan lain untuk sehat secara fisik, sehat secara finansial dan hidup dikelilingi teman-teman yang mempunyai auro positif.


Mari gabung ke keluarga besar High Desert, jangan tunda lagi.


Harap isi formulir di bawah ini dengan lengkap setelah klik link di bawah ini.


http://www.hd.co.id/gabung.asp?id=ibprabowo

Powered by Telkomsel BlackBerry®



Sunday, December 23, 2012

Great Love, Financial Freedom & Spiritual Freedom



Great Love
Saya teringat kata ini dari Mother Teresa : “We can do no Great Things, only small thinggs with Great Love”. Perbuatan kecil, sederhana, disiplin, dengan kerrendahan hati dan sepenuh hati lah yang bisa membuat diri kita menjadi sangat berarti. Memang termasuk klise, dari hati terdalam ini saya mulaid ari perbuatan-perbuatan kecil dan berarti bukan perbuatan-perbuatan besar.

Mari kita lakukan mulai detik ini.


Financial Freedom
Banyak definisi tentang financial freedom, namun penulis coba sederhanakan bahwa pencapaian ini secra finansial sudah tidak memikirkan secara penuh usaha dan penuh waktu dalam memenuhi finansial seperti yang diharapkan. Semua kebutuhan finansial telah dipenuhi dari passive income dan residual income.
Passive income atau residual income adalah pendapatan yang diperoleh secara pasif, tanpa usaha yang banyak atau aset aktif-lah yang menghasilkannya. Residual income dan passive income diperoleh dari switching/perpindahan dari active income, massive income atau passive/residual income yang dijaga untuk bertahan dalam jangka panjang.
Untuk proses pencapaian, cara dan strategi pencapaian akan dibahas dalam tulisan-tulisan tersendiri atau bisa dilihat dalam tulisan penulis lain.
Tujuan financial freedom adalah kita bisa fokus pada panggilan dan bisa berbagi lebih banyak lagi dibandingkan jika aktif bekerja untuk menjadi more valuable people.


Spiritual Freedom
Tahap ini bisa dipupuk paralel dengan 2 tahap di atas atau setelah tahap di atas. Spiritual Freedom merupakan persiapan dan pemahaman atas kehidupan setelah kehidupan di dunia ini. Cara dan penerapannya tiap orang berbeda sesuai keyakinan dan kepercayaan masing-masing. Satu hal yang bisa jadi persamaan untuk semua adalah proses spiritual freedom yang tanpa henti akan mendapatkan kebahagiaan bathin
Semoga Anda bisa berproses, mulai memahami dan makin mendalami atas Great Love, Financial Freedom dan Spiritual Freedom ini.
Semoga.


Saturday, November 10, 2012

35 Langkah Capai Financial Freedom dg Passive Income dan Hidup Bahagia



  1. Massive Income, adalah pendapatan yang diperoleh dalam jumlah besar dalam satu waktu.
  2. Aktive Income adalah pendapat yang diperoleh atas waktu kerja atau usaha kita, tanpa usaha/kerja income ini tidak diperoleh.
  3. Pasive Income adalah pendapatan atas hak intelektual, kepemilikan bisnis/properti/paper asset atau atas penyewaan sesuatu.
  4. Capital Gain/Loss adalah pendapatan atas keuntungan/kerugian atas selisih harga jual dikurangi harga beli sesuatu milik kita.
  5. Pekerja atau swausaha memperoleh aktive income bedanya pekerja berkala tiap bulan, swausaha insidentil.
  6. Masive Income bisa diperoleh pekerja pada saat mendapatkan bonus (jika ada) atau jasa kinerja (jika ada)
  7. Swausaha bisa memperoleh masive income pada saat memperoleh pesanan, proyek, komisi atau pembelian produk dalam jumlah besar pd satu wkt.
  8. Massive Income bisa diperoleh tiap orang pada saat mendpatkan warisan (jika ada) atau hibah (jika ada yg memberikannya).
  9. Kepemilikan Paper Asset dan Properti bisa memperoleh passive income dari (dividen/sewa) dan capital gain/loss.
  10. Bisnis yg punya sistem mendptkan passive income dari dividen atau bagian keuntungan. Capital Gain/Loss diperoleh wkt bisnis dijual.
  11. Bisnis yg punya sistem dapat berupa bisnis konglomerasi, master waralaba atau waralaba pribadi (true MLM).
  12. Investasi sejati umumnya berhasil setelah menjadi bisnisman/woman (usahawan) sejati, krn investasi sejatinya memberli bisnis sejati.
  13. Pengusaha sejati terbukti setelah minimal 15 tahun, kecuali waralaba pribadi tergantung bukti kinerja support … tmi.me/nnJXI
  14. Investor Sejati melakukan investasi sejati pada paper asset yg diasuransikan/risiko terkontrol, properti disewakan dan yg diasuransikan dan bisnis yg bersistem dan sudah terbukti dlm jk panjang.
  15. Kegagalan pekerja dan swausaha sbg investor sejati krn minimnya pemahaman dan jam terbang dalam bisnis atau belum pernah jadi pengusaha.
  16. Mulailah dari passive income dan atau massive income (pekerja atau swausaha) ke arah passive income dlm bisnis bersistem.
  17. Setelah bisnis baru kemudian menjadi investor sejati.
  18. Langkah Cepat 1 : Mulai menabung sejak dini mulai dari 5% pendapatan kemudian belajar menjadi investor sejati tahap demi tahap.
  19. Langkah Cepat 2 : Belajar bisnis dan investasi dari guru sejati yg terbukti dan praktek/action (learning by doing).
  20. Langkah Cepat 3 : Belajar investasi di deposito, reksa dana, ORI, emas, saham, options, plus dalami dasarnya yg benar dari guru sejati.
  21. Langkah Cepat 4 : Membeli beberapa waralaba, dalami, belajar dari sang ahli, praktekkan sebelum menjadi master waralaba.
  22. Langkah Cepat 5 : Membeli Properti dan menyewakannya dg sistem kontrak, kost, atau utk usaha baik secara tunai atau kredit.
  23. Langkah Cepat 6 : Menjadi member True MLM yg sudah terbukti paling tidak 15 tahun terbukti stabil dan kinerja support systemnya.
  24. Jangan lupa selalu bayar diri paling tidak 10% dulu untuk investasi sejati jk panjang sejak pendapatan pertama diperoleh.
  25. Konsisten sisihkan 5-10% dari pendpatan utk amal yg hanya diri sendiri (keluarga) ketahui saja (non publik) sejak pendapatan pertama.
  26. Selalu mengerjakan banyak hal dg sepenuh hati dan kesungguhan dan reguler melakukan wisata keluarga dg terencana.
  27. Olahraga, makanan sehat, berfikir sehat, bersikap positif, dan berdoa selalu.
  28. Satu musuh terlalu banyak dan seribu teman terlalu sedikit. Perbanyak teman dan saudara di mana2.
  29. Mulailah selalu dg doa, harapan positif dan senyum tiap hari. Akhiri dg bersyukur, evaluasi dan doa syukur.
  30. Big Think, Simple Preparation & Effective Execution
  31. Do All Things with Love, Og Mandino
  32. Big Think, Do Small, Do Now. Gita Wiryawan
  33. Never never give up Winston Churchill
  34. Give First not Take First. Love First not Loved First. Forgive First not Forgiven.
  35. Ora et Labora.

Tuesday, May 11, 2010

Pendidikan, investasi untuk masa depan umat manusia


Gambar ini adalah ruang kuliah di sebuah pendidikan tinggi ternama. Asri penuh kenangan dan penuh inspirasi. Meski sesudah bertahun-tahun terlewat namun ruang-ruang kuliah tersebut memberikan dorongan untuk mendapatkan yang terbaik di bidang panggilan hidup sesuai ilmu yang terlah dipelajari.


Pendidikan adalah salah satu bentuk investasi yang memberikan leverage sangat besar. Banyak orang telah merubah tingkat kesejahteraan hidupnya antara bumi dan langit setelah menyelesaikan pendidikan yang sesuai dan terbaik. Pendidikan sungguh dirasakan sebagai pijakan untuk kehidupan yang lebih baik. Diaharapkan selain ada peningkatan keilmuan, peningkatan kedewasaan, peningkatan pengetahuan, peningkatan kesejahteraan dan diharapkan peningkatan tingkat kepribadian yang diahrapkan menjadi teladan bagi leingkungan sekitar kemudian.


Banyak dimensi yang akan diperoleh dari pendidikan. Harapannya bukan menurunkan integritas tetapi justru meningkatkan dengan tetap rendah hati dan berbudi pekerti. Pendidikan sungguh pijakan menuju impian setinggi langit.


Pendidikan adalah proses seumur hidup dan tidak mengenal umur. Setidaknya tingkatan pendidikan formal ingin dilewati banyak pihak. Pendidikan usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah tingkat pertama dan atas, serta pendidikan tinggi strata sarjana, master dan doktoral.


Untuk meniti pendidikan dengan prestasi terbaik dan di tempat terbaik paling tidak diperlukan 3 hal berikut :




  1. Kesungguhan perencanaan pendidikan dan pencapaian proses pendidikan sebaik mungkin sejak awal. Perencanaan ini perlu dilakukan bukan hanya pihak anak didik tetapi melibatkan juga keluarga. Perlu dipikirkan untuk selalu mendapatkan prestasi pendidikan terbaik dan belajar di lingkungan pendidikan terbaik. Disiplin, integritas pribadi dan kesiapan untuk berkembang secara rendah hati sungguh modal penting untuk sukses dalam pendidikan.

  2. Pemilihan tahap-tahap pendidikan sesuai minat dan bakat anak didik dan disesuaikan kemampuan. Banyak solusi kreatif bisa dilakukan meski modal pendidikan minim selama keputusan untuk memilih sekolah/perguruan tinggi selalu mencari yang optimal.  Bidang pilihan pendidikan diharapkan berguna kelak sehingga penyesuaian minat dan bakat perlu dibina dan diarahkan sejak awal. Banyak pihak perlu saling dukung dan bahu membahu untuk kepentingan anak didik dan buka egoisme orang tua, guru dan pihak-pihak lain di luar anak didik.

  3. Pendidikan adalah untuk memanusiakan manusia dan bukan kesia-siaan. Apapun juga bidang kerja, bidang usaha atau penghidupan anak didik kelak, namun pendidikan diharapkan akan menjadikan tiap insan menjadi manusia seutuhnya. Dengan demikian pendidikan bagaimana bentuknya dan bidang apapun selama sesuai dengan hakiki-nya pendidikan cepat atau lambat akan memberikan nilai tambah dan bukan kesia-siaan. Wajar dan keharusan bahwa negara punya kewajiban mencerdaskan anak bangsa seperti yang tercantum di Undang-undang Dasar.


Mari kita saling dukung dan bahu membahu menggugah generasi saat ini untuk makin  terdidik dan mempunyai integritas pribadi yang patut dibanggakan semua. Salam dan semoga.

Kinerja Masa lalu bukan jaminan kinerja saat ini dan nanti

Kata kinerja dalam investasi merupakan terjemahan dari performance. Dengan demikian kinerja merupakan berapa nilai investasi atau keuntungan investasi setelah beberapa waktu.


Nilai investasi merupakan pokok/modal dan pertambahan/pengurangan investasi, sedangkan keuntungan investasi hanya pertambahan/pengurangan dari modal atau pokok.


Suatu investasi disebut berkinerja baik jika secara konsisten dalam jangka waktu lama memberikan hasil lebih tinggi dari benchmark/tolok ukur tertentu. Sering sebagai tolok ukur digunakan suku bunga surat berharga yang dikeluarkan pemerintah di suatu negara (tidak termasuk premi/tambahan risiko suatu negara). Faktor yang penting juga adalah seberapa besar penyimpangan/deviasi nilai investasi dari waktu ke waktu.


Memang ada faktor risiko yang tidak bisa dihindari untuk banyak bentuk investasi. Seperti krisis tahun 30-an, 70-an dan 2008 belum lama ini, risiko investasi berdampak pada hampir semua jenis investasi. Jumlah aset/kekayaan investor bisa turun tajam hanya tinggal 10% atau 50%nya. Memang ada beberapa investasi yang tinggal 80 - 90% nya. Dalam porsi yang lebih minor beberapa investor tetap mengambil keuntungan positif atas investasinya. Dalam kurun waktu tertentu, hasil investasi tersebut relatif mulai rebound/membaik menuju ke tingkat yang lebih baik meski masih belum mencapai nilai tertinggi sebelumnya.


Banyak faktor yang mempengaruhi dalam berinvestasi. Perlu pertimbangan komprehensif dan terintegrasi secara rasional dan matang untuk memilih dan mengambil keputusan suatu bentuk jenis investasi. Tetap perlu menjadi pedoman, dalam kehidupan ini baik dari sisi lembaga /institusi/perusahaan atau pribadi/keluarga perencanaan investasi yang baik, rasional dan mendalam masih diperlukan dan dipertimbangkan.


Sebelum berinvestasi pertimbangan bahwa kinerja masa lalu bukan jaminan kinerja saat ini dan nanti perlu menjadi salah satu faktor dalam pengambilan keputusan. Investasi bukan harapan di awang-awang dan investasi bukan spekulasi, ada pertimbangan rasional kenapa ini dan itu. Bahkan untuk skala global dikenal sertifikasi keahlian (CFA) dan tolok ukur investor (Benjamin Graham, Waren Buffet, Peter Lynch, Mobius) yang bisa menjadi penasehat investasi, manajer investasi, mentor, guru tempat untuk bertanya.


Tidak ada kata terlambat untuk memulai, dengan segala kerendahan hati, ketulusan hati dan pertimbangan yagn rasional investasi merupakan suatu bidang yann menarik untuk dipelajari, dipahami dan dipraktekkan bahkan sejak dini.


Jadikan nyata dan selalu motivasi orang yang kita cintai mengetahui, memahami dan praktekkan tentang investasi sejak dini atau paling tidak sejak sekarang.

Periksa kondisi keuangan Anda secara berkala..

Anda bisa tidak ke mana-mana. Jika sisi finansial Anda ingin berkembang terlebih dahulu mengetahu kondisi keuangan Anda.

Bagaimanapun sbelum ke arah mana Anda menuju, Anda harus tahu posisi atau kondisi saat ini bukan ? Nah mulailah coba cari tahu bagaimana mengetahui kondisi keuangan Anda. Ada 2 hal penting yang perlu Anda ketahui yaitu aset Anda dan income atau pendapatan Anda.


Kuncinya, periksa kondisi keuangan Anda secara berkala.

Saturday, April 24, 2010

Active Income : Sampai kapan Anda bekerja ?


Buat wisatawan pemandangan di atas sungguh indah dan bisa menjadi objek fotografi. Ketenangan ombak pantai nelayan pada sore hari memberikan suatu romantisme dan kesan khusus tersendiri.

Sebaliknya buat nelayan, pemandangan seperti ini adalah 'makanan' sehari-hari. Jika bekerja ada harapan pada hari itu mendapatkan rejeki. Bahkan adakalanya sudah pergi bekerja pun rejeki tidak diperoleh bahkan kadangkala malah buntung. Jadi suka tidak suka, mau tidak mau, jika menginginkan rejeki harus berkangkat bekerja.

Inilah yang disebut active income. Rejeki atau pendapatan ayng diperoleh karena secara pribadi bekerja dan berada langsung/terlibat langsung/mengeluarkan keringat adalah active income.

Orang mulai bekerja umumnya mulai umur 18 tahun. Jika waktu berhenti bekerja (belum tentu punya pensiun) adlah umur 60 tahun, maka jangka waktu produktif pekerja adalah 42 tahun.

Selama jangka waktu bekerja selama itu, ada saja kebutuhan pribadi / keluarga, umumnya adalah makanan, sandang, papan, komunikasi dan transportasi.

Jika UMR (Upah Minimum Regional) saat ini dibulatkan Rp. 1 juta, maka dalam 42 tahun dalam hitungan sederhana harusnya diperoleh pendapatan lebih dari Rp. 500 juta. Tetapi nyatanya secara umum untuk menyisihkan buat sandang dan papan agak sulit bahkan untuk kelompok penghasilan menengah. Harga-harga kian lama selalu naik alias selalu ada inflasi (kenaikan harga barang kebutuhan).

Dengan terbatasnya active income, maka perlu diperhatikan 3 hal :


  1. Pengelolaan Pengeluaran secara bijak, satu tujuan yang pasti pengeluaran bulanan harus lebih kecil dari  pendapatan. Jika  tidak memungkinkan atau untuk perbaikan, pengeluaran dibatalkan, ditunda atau disubtitusi. Cara lainnya ditingkatkan pendapatan (tentunya yang halal).

  2. Merubah atau menciptakan massive income dan atau passive income, akan dibahas detail dalam tulisan lain.

  3. Mempersiapkan segala kemungkinan, dalam arti bahwa kita berencana Tuhan menentukan, namun tetap kita wajib mempersiapkan segala kemungkinan terburuk yang akan terjadi. Secara singkat sebaiknya berfikir jangka panjang agar setidaknya kebutuhan dasar dan pendidikan (pengembangan diri) diamankan.


Singkatnya buatlah kita dan keluarga tersenyum bukan hanya jangka pendek tetapi jangka panjang.

Massive Income

Jangan kaget judul di atas tidak saling nyambung dengan gambar Mall perbelanjaan. Anda bisa bayangkan harga 1 rumah sangat sederhana saja saat ini sudah mahal. Terlebih satu Mall perbelanjaan.
Satu kesempatan saya menghadiri seminar yang menghadirkan guru investasi yang telah berhasil menguasai 1 mall perbelanjaan hanya dengan 1 dollar saja. Aneh tetapi nyata. Ini bukan suatu kemustahilan buat orang yang mau belajar dan berguru ke orang-orang terbaik di dunia.
Saya hanya coba menggambarkan bahwa massive income bukan suatu keniscayaan bisa Anda capai. Sekarang banyak guru yang kita bisa belajar baik via media internet, buku, seminar atau bagi-bagi pengalaman mereka. 
Massive income adalah pendapatan yang sangat besar paling tidak lebih besar berkali-kali lipat (minimal lebih dari 1) dari pendapatan bulanan Anda. Apakah Anda pernah menjual suatu produk ? Apakah Anda pernah mendapatkan komisi karena menjualkan suatu barang ?
Nah jika yang dijual bernilai besar atau yang dijual dalam volume besar (misalnya 1000 kali atau 1 juta kali), Anda akan bisa menghitung pendapatan yang akan Anda terima.
Jika Anda cukup teliti, apik dan smart dalam memperhatikan hal kecil, jika bisa mendapatkan penghasilan dari Rp. 1 saja, Anda bisa mendapatkan massive income.
Selamat mencoba

Passive Income : Bisnis Auto Sistem

Bunga di kolam dalam gambar di atas cukup dibiarkan dan tidak dipelihara tumbuh dan berkembang dengan sendirinya. Keterlibatan manusia realtif sederhana atau bahkan hampir tidak melakukan sama sekali. Demikian juga dengan passive income dari bisnis auto sistem.
Beberapa bisnis auto sistem menurut pertimbangan saya diantaranya Proven MLM (hati2 bukan money game), koperasi tersistem, waralaba (Franchisor atau pemberi waralaba) dan auto pilot internet. Bisnis auto sistem ini bukan tanpa risiko tetapi dengan pemahaman yang mendalam investasi dan pendalaman masing-masing bisnis auto sistem. Contoh-contoh di atas bisa menjadi bisnis auto sistem  atau bahkan bisa menjadi risiko dengan menggerus nilai investasi Anda.
Logikanya adalah konsep Modal Dengkul/Nothing Down atau Penny Investment. Artinya untuk memulai bisnis tersebut Anda tetap ikut terlibat di awal, modal yang diperlukan umumnya bukan modal uang tetapi usaha di awal. Jika sistem sudah benar- benar berjalan Anda akan memetik hasilnya beberapa tahun kemudian. Buah yang dipetik tergantung kerja keras, strategi, pengalaman, pengetahuan dan terutama dari mana Anda belajar (Guru terbaik yang proven atau komentator).
Percayalah tidak ada bisnis yang cukup membalikkan tangan saja, semuanya butuh pembelajaran, pengalaman, usaha terus (jatuh bangun) dan tidak menyerah.
Selamat mulai mendapatkan passive income.

Passive Income : Paper Asset


Paper Asset atau investasi pada surat berharga banyak yang tidak mendalami. Seringkali investasi di surat berharga dianggap tidak real dan di awang-awang. Padahal di US 1 dari 3 kepala rumah tangga pasti pernah investasi di reksa dana (salah satu bentuk investasi paper asset).
Jika tidak kenal maka tidak sayang. Memang dalam investasi apper asset ada dua hal yang perlu di dalami yaitu pengetahuan umum tentang investasi dan kedua pengenalan lebih dalam akan keuntungan dan risiko atas instrumen investasi yang dipilih. 
Ada 2 motto yang sering didengungkan di pasar modal dan pasar uang, sebagian besar bentuk paper asset mengalir di sini. Pertama My word is my bond, artinya kata-kata dealer/broker/perantara di pasar harus bisa dipegang karena itu adalah kepercayaan yang harus menjadi dasar kepercayaan investor menanamkan dananya. Kedua adalah jangan tempatkan invesatsi hanya pada satu keranjang, seperti gambar di atas jangan tempatkan telur pada satu keranjang. Jika .telur itu pecah maka kita tidak memiliki telur lagi. Seperti dana investasi yang ditempatkan pada satu jenis instrumen atau satu pasar, jika instrumen / pasar tersebut mengalami kerugian maka seluruh dana akan rugi. Sayang khan ??
Passive Income bisa diperoleh di Paper Asset, tanapa terlibat terlalu banyak jika ada keuntungan maka akan dapat pendapatan, sebaliknya jika ada kerugian kemungkinan nilai aset akan berkurang. Tingkat keamanan dapat ditingkatkan dengan melakukan hedge/perlindungan atau asuransi atas isntrumen paper asset tersebut.
Pembahasan lebih detail akan panjang lebar  perihal paper asset ini, investasi paper asset diantaranya saham, deposito, reksa dana, forex, obligasi dan sebagainya.

Sunday, April 18, 2010

Passive Income : Copyright

Passive income copyright merupakan salah satu penghasilan yang bisa diperoleh biasanya tanpa modal tetapi butuh kreatifitas, bakat, inovasi dan cara untuk menjualnya agar bisa mendapat passive income.

Pada saat tulisan ini dibuat, ternyata penghasilan Obama dari buku lebih besar dari penghasilannya sebagai Presiden US. Dari sini terbukti bahwa coyright dari penulisan buku bisa sangat berarti bahkan bisa mendapatkan massive income.

Berikut adalah ilustrasi sederhana pendapatan buku dari copyright. Anggap kita ahli dalam mendongeng pada anak-anak. Bekerja sama dengan komikus dan penerbt buku dibuat buku yang berharga Rp. 10ribu. Jika dapat komisi 5% saja dan dicetak hanya 2000 buku, maka akan diperoleh pendapatan sebesar 10.000 x 5% x 2.000 = Rp. 1 jt. Memang kecil, nah kalau buku ini diterjemahkan dalam 5 bahasa lainnya serta dicetak ulang masing-masing 10 kali saja, maka pendapatan menjadi Rp. 50 jt. 

Lumayan kahn ? Bagaimana kalau membuat 10 buku, dan dana tersebut  diinvestasikan dalam pendapatan untuk memperoleh passive income. Cukup lumayan untuk jangka panjang bukan ?

Ada beberapa pendapatan yagn berdasarkan copyright diantaranya :penulis buku, penulis lagu, peneliti, pencipta alat, dan lain sebagainya. Jika di Indonesia belum biasa menghargai hak cipta kenapa tidak coba di publikasikan atau didaftar di luar negeri. Di jepang ada orang Indonesia yang mencatatkan hak ciptanya cukup banyak. Bahkan untuk program handphone, gambar pesawat, film kartun, rumus matematika  dan lain-lain dimiliki copyrightnya oleh orang Indonesia di luar negeri. 

Kenapa Anda tida coba dari s ekarang dari bakat atau pengetahuan yang Anda kuasai ?

Passive Income : Property

Tulisan sharing ini hanya sebagai teaser/penggoda atau pembuka saja untuk menyadarkan kita semua bahwa langkah untuk mencapai financial freedom perlu dicapai.
Satu hal yang pasti kita perlu belajar secara bertahap, menjalankannya hasil pelaajran tersebut dan belajar plus praktekkan terus dari guru-guru terbaik.
Property bisa menjadi passive income tetapi juga expense (alias biaya). Jika tidak bijak bisa juga menjadi alligator alias menghancurkan kekayaan jika tidak memahaminya dengan baik.

Bagaimana supaya property bisa menjadi passive income ?

Ada satu cara yang sederhana. Misalnya kita menginvestasikan dana sebesar Rp. 50 juta pada penyewaan rumah sederhana 1 pintu, yaitu ruang tamu kecil, kamar tidur dan keluarga serta dapur plus kamar mandi.  Jika dalam sebulan diperoleh Rp. 300ribu, maka dalam setahun akan diperoleh 7%, masih lebih tinggi dari bunga deposito bank saat ini. Belum lagi ada kemungkinan harga property tersebut akan naik. Jika berada pada lokasi yang tepat dapat naik antara 5% - 10% atau dalam setahun bisa memperoleh passive income sebesar 15% an. Cukup lumayan khan.

Investasi property cukup baik dilakukan jika memahami caranya dan melindungi aset tersebut dari risiko-risiko yang dimungkinkan. Dengan asuransi dan kontrol yang baik terhadap legal/sisi hukum, life style, sisi pemasaran dan sisi pengelolaan dapat meningkatkan pegnhasilan serta mengamankan aset.

Ada banyak strategi lain dalam berinvestasi di property. Untuk tahap awal saja sudah memperoleh sebesar 15%-an, tentunya dengan kemampuan yang makin meningkat dapat memperoleh keuntungan dan keamanan investasi lebih optimal lagi. 

Selamat berinvestasi di property untuk mendapatkan passive income.

Leverage / Pengungkit untuk mencapai Financial Freedom

Pengungkit kata yang mudah dicerna  sebagai alat untuk mengangkat benda yang lebih berat. Dengan sekali ungkit benda yang mustahil diangkat akan mudah atau enteng yang tak terbayangkan sebelumnya.

Financial Freedom adalah kata yang sering didengar, mudah dikatakan sukar dimengerti apalagi dicapai . pengertian mudahnya financial freedom adalah pencapaian keuangan, dengan penghasilan melampaui pengeluaran dalam kehidupan yang diinginkan tanpa banyak bekerja (alias asetlah yang bekerja untuk memenuhinya).

Tingkat kebutuhan adalah kondisi atas kebutuhan-kebutuhan tertentu seperti makan, sandang, papan, pendidikan, dan kesenangan.

Tingkat  keinginan adalah kondisi atas keinginan tertentu yang sudah didefinisikan lebih dahulu (kehidupan dengan life style tertentu) yang melampaui kebutuhan.

Jadi dengan bekerja dan penghasilan telah memenuhi pengeluaran bulanan saja tidak cukup. Dengan berusaha atau berbisnis yang masih terlibat langsung dan penghasilan telah menutupi pengeluaran saja tidak cukup.

Dengan keterlibatan sesedikit mungkin alias aset aktif yang bekerja untuk memenuhi tingkat kehidupan yang diinginkan -lah dapat dikatakan  mencapai financial freedom.

Pencapaian ini harus legal, bermartabat, rasional dan tentunya halal.

Pengungkit atau leverage untuk mencapai financial freedom tetaplah hal yang mungkin di lakukan, lihat melampaui yang biasa dan ora et labora.

Secara umum penghasilan ada beberapa kategori yaitu active income, passive income, massive  income dan residual income.

Active income adalah penghasilan yang diperoleh dengan kita masih terlibat secara aktif di dalamnya, misalnya penghasilan dari pegawai, penghasilan dari profesi (dokter, pengacara dll), bisnis dengan keterlibatan (toko kelontong dll). Mudahnya kita bekerja uang masuk, kita tidak bekerja uang tidak diperoleh.

Passive Income adalah penghasilan tanpa perlu keterlibatan secara pribadi. Ada 4 sumber utama penghasilan passive income yaitu dari paper asset (surat berharga), property, bisnis auto sistem, dan copy right (hak cipta).

Massive Income adalah penghasilan yang diperoleh sangat2 besar dibanding pola rata-rata penghasilan berkala. Misalnya berhasil menjadi penghubung jual beli rumah mewah sehingga memperoleh komisi yang sangat besar.

Residual Income adalah penghasilan bulanan setelah dikurangi hutang bulanan dan pengeluaran dasar  bulanan.

Tentunya secara logika untuk mempunyai pengungkit adalah tahap-tahapnya sebagai berikut :
  1. Mendapatkan Penghasilan yang menutupi Pengeluaran Dasar Bulanan, biasanya dengan penghasilan dari active income.
  2. Mencapai penghasilan yang lebih besar dari Pengeluaran Dasar Bulanan yaitu supaya mempunyai Residual Income
  3. Jika memungkinkan mempunyai Massive Income untuk mempunyai Residual Income
  4. Merubah Residual Income menjadi Passive Income
  5. Passive Income menghasilkan Passive Income, memperbesar residual income jika memungkinkan memperoleh massive income.
Dengan demikian, kita masing-masing perlu definisikan masing-masing income tersebut untuk diri masing-masing. Tiap orang bisa memulai dari manapun, sepanjang bahwa tujuannya mencapai financial freedom. 

Lakukan sejak kini, jika sudah buat pengungkitnya makin berdaya guna dan berhasil guna.
Saya yakin Anda akan bisa.




Wednesday, November 25, 2009

Periksa kondisi keuangan Anda secara berkala..

Apakah Anda tahu berapa aset (kekayaan) Anda saat ini ? Berapa toal hutang saat ini ? Berapa perkiraan pendapatan Anda dari awal tahun ? Berapa pendapatan Anda bulan ini ?


JIka Anda tidak mengetahuinya, sungguh kasihan bahwa sisi finansial Anda bisa tidak ke mana-mana. Jika sisi finansial Anda ingin berkembang terlebih dahulu mengetahu kondisi keuangan Anda.


Bagaimanapun sbelum ke arah mana Anda menuju, Anda harus tahu posisi atau kondisi saat ini bukan ? Nah mulailah coba cari tahu bagaimana mengetahui kondisi keuangan Anda. Ada 2 hal penting yang perlu Anda ketahui yaitu aset Anda dan income atau pendapatan Anda.


Kuncinya, periksa kondisi keuangan Anda secara berkala.

Saturday, November 21, 2009

Batasi penggunaan kartu kredit

Jaman modern dan penuh life style saat ini membawa dilema buat orang yang ingin hidup dalam kelimpahan gengsi. Banyak tawaran yang menggiurkan dan membuat 'kebahagiaan' atau kesenangan di awal. Semuanya ada harganya dan bahkan bisa dihutang dulu. Cukup menggesek dengan kartu kredit. Makin banyak menggesek poin yang diperoleh dan 'kemewahan'yang diperoleh akan makin banyak.

Tapi ingat itu semua konsumsi, alias uang keluar dari kantong. Lha wong uangnya belum ada pinjam dulu melalui kartu kredit. Kalau dihitung plus bunganya khan walah-walah beban yang harus ditanggung atau dicicil kemudian. Bahkan bisa-bisa penghasilan akan terimbun alias lebih kecil dari pengeluaran.

Kartu kredit adalah alat pembayaran jaman modern yang penggunaannya harus dengan bijaksana. Sebaiknya cukup punya 1 kartu kredit dan pembayaran tagihan segera pada saat jatuh tempo tagihan berikut dibayar lunas. Kalau tidak bisa berabe, udah hutang, plus bayar bunga. nah kalau ga bisa bayar dan ditagih debt collector, tambah berabe. Amit..amit..jangan sampai.

Keajaiban dunia ke-8

Wah selama ini keajaiban dunia ada 7, yang ke delapan apa ya ? Einstein menyatakan keajaiban duni ke-8 adalah bunga majemuk alias bunga berbunga.

Simpelnya, jika kita mulai menabung atau berinvestasi sejak sekarang, maka aset akan terus bertambah sesuai pertumbuhannya secara majemuk. Misalnya investasi pada waralaba sebesar Rp. 10 juta yang diperkirakan balik modal 1 tahun (pesimis). Nah aset dalam setahun menjadi Rp. 20 juta. Jika kondisi tetap sama dan sudah mencakup dan mempertimbangkan faktor risiko, hasil investasi tersebut dibelikan lagi waralaba yang sama (asumsi tidak ada kenaikan harga kontrak kerjasama dan waktu BEP (Break Event Point)/waktu balik modal) , maka dalam waktu 5 tahun akan menjadi Rp. 320 juta. Padahal itu mulai dari Rp. 10 juta, nah jika dianggap faktor kegagalannya 50% dan baru BEP dalam waktu 2 tahun, hasil investasinya menjadi Rp. 60 juta. Harap dicatat peru dipertimbangkan faktor risiko dan pengetahuan komprehensif tentang investasi dimaksud. Angka di atas sebagai ilustrasi di atas kertas. Soalnya habis liat pameran waralaba.  Lumayan bukan ?

Bagaimana jika Rp. 10 juta tersebut ditanamkan dalam investasi per tahun memperoleh 8% ? Hasil setelah 5 tahun menjadi Rp. 15,8 juta. Lumayan juga khan.

Yang patut diingat dalam berinvestasi kenali uang profil pendapatan Anda, kebutuhan Anda,  jenis investasi, risikonya, pokoke invormasi komplet yang benar. Dan patut dicatat kinerja (hasil investasi) masa lalu tidak menjamin kinerja masa depan. Selamat mempertimbangkan dengan keajaiban dunia ke-8 ini.